RSS

Komunikasi Politik

MATERI PERKULIAHAN “KOMUNIKASI POLITIK”

DESKRIPSI
Mata kuliah ini memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang fungsi dan kontribusi faktor-faktor komunikasi dalam proses politik serta hubungan timbal balik antara kepentingan politik dengan proses komunikasi dalam konteks nasional, regional, ataupun internasional.

TUJUAN
Memahami fungsi dan kontribusi faktor-faktor komunikasi dalam proses politik; Mengkaji permasalahan politik dalam konteks nasional, regional, dan internasional dalam perspektif komunikasi; Memahami pola dan dampak komunikasi politik para aktor politik terhadap publik dan feedback-nya kepada komunikator dalam proses politik.

REFERENSI UTAMA
Dan Nimmo, Komunikasi Politik, Komunikator, Pesan, Media
_________, Komunikasi Politik: Efek & Khalayak
MATERI PERKULIAHAN
Pengertian Komunikasi dan Politik
Pengertian Komunikasi Politik
Aktor & Proses Komunikasi Politik
Saluran Komunikasi Politik
UJIAN TENGAH SEMESTER
Komunikasi Politik: Propaganda
Komunikasi Politik: Kampanye
Komunikasi Politik: Agenda Media
Komunikasi Politik: Opini Publik
UJIAN AKHIR SEMESTER
POKOK BAHASAN
Komunikasi Politik (Political Communication) merupakan “gabungan” dua disiplin ilmu yang berbeda namun terkait sangat erat, yakni Ilmu Komunikasi dan Ilmu Politik. Oleh karena itu, sebelum memasuki pembahasan tentang pengertian dan proses komunikasi politik, dibahas lebih dulu tentang pengertian komunikasi dan politik.
Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau mengubah sikap, pendapat, perilaku baik langsung maupun tidak langsung.
Berbagai definisi komunikasi dari para pakar komunikasi dikaji dan didiskusikan, antara lain: “Who says what in which channel to whom and with what effects – Siapa mengatakan apa melalui saluran mana kepada siapa dan dengan pengaruh apa” (Harold Lasswell) dan “Saling berbagi informasi, gagasan, atau sikap” (Wilbur Schramm). Dibahas pula tentang fungsi, jenis, komponen, dan proses komunikasi secara umum. Unsur-unsur komunikasi yaitu Komunikator/Sender (Pengirim pesan), Encoding (Proses penyusunan ide menjadi simbol/pesan), Message (Pesan), Media/Channel (Saluran), Decoding (Proses pemecahan/penerjemahan simbol-simbol), Komunikan/eceiver (Penerima pesan), dan Feed Back/Effect (Umpan balik, respon, atau pengaruh).
Politik adalah kajian tentang kekuasaan (power) atau seni memerintah. Dibahas dan didiskusikan berbagai pendapat tentang definisi politik, antara lain “ho gets what, when, and how” (Harold Laswell), “Authoritative allocation of values – alokasi nilai-nilai secara otoritatif/sah/sesuai dengan kewenangan” (David Easton), “Kekuasaan dan pemegang kekuasaan” (G.E.G Catlin), “Pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijakan umum untuk masyarakat seluruhnya” (Joyce Mitchell), “Seni memerintah”; “Penggunaan pengaruh, perjuangan kekuasaan, dan persaingan alokasi nilai-nilai dalam masyarakat (Kamus Analisa Politik, Jack Plano dkk.), dan “Proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan , khususnya dalam negara; Seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional; Hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara; Kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat; Segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik (Wikipedia).
Pengertian Komunikasi Politik
Secara sederhana, komunikasi politik (political communication) adalah komunikasi yang melibatkan pesan-pesan politik dan aktor-aktor politik, atau berkaitan dengan kekuasaan, pemerintahan, dan kebijakan pemerintah. Dengan pengertian ini, sebagai sebuah ilmu terapan, komunikasi politik bukanlah hal yang baru. Komunikasi politik juga bisa dipahami sebagai komunikasi antara “yang memerintah” dan “yang diperintah”.
Mengkomunikasikan politik tanpa aksi politik yang kongkret sebenarnya telah dilakukan oleh siapa saja: mahasiswa, dosen, tukang ojek, penjaga warung, dan seterusnya. Tak heran jika ada yang menjuluki Komunikasi Politik sebagai neologisme, yakni ilmu yang sebenarnya tak lebih dari istilah belaka.
Dalam praktiknya, komuniaksi politik sangat kental dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, dalam aktivitas sehari-hari, tidak satu pun manusia tidak berkomunikasi, dan kadang-kadang sudah terjebak dalam analisis dan kajian komunikasi politik. Berbagai penilaian dan analisis orang awam berkomentar sosal kenaikan BBM, ini merupakan contoh kekentalan komunikasi politik. Sebab, sikap pemerintah untuk menaikkan BBM sudah melalui proses komunikasi politik dengan mendapat persetujuan DPR.
Gabriel Almond (1960): komunikasi politik adalah salah satu fungsi yang selalu ada dalam setiap sistem politik. “All of the functions performed in the political system, political socialization and recruitment, interest articulation, interest aggregation, rule making, rule application, and rule adjudication,are performed by means of communication.”
Komunikasi politik merupakan proses penyampaian pesan-pesan yang terjadi pada saat keenam fungsi lainnya itu dijalankan. Hal ini berarti bahwa fungsi komunikasi politik terdapat secara inherent di dalam setiap fungsi sistem politik.
Political communication is a process by which a nation’s leadership, media, and citizenry exchange and confer meaning upon messages that relate to the conduct of public policy. (Perloff).
Political communication is communication (activity) considered political by virtue of its consequences (actual or potential) which regulate human conduct under the condition of conflict (Dan Nimmo). Kegiatan komunikasi yang dianggap komunikasi politik berdasarkan konsekuensinya (aktual maupun potensial) yang mengatur perbuatan manusia dalam kondisi konflik. Cakupan: komunikator (politisi, profesional, aktivis), pesan, persuasi, media, khalayak, dan akibat.
Political communication is communicatory activity considered political by virtue of its consequences, actual, and potential, that it has for the funcioning of political systems (Fagen, 1966). Political communication refers to any exchange of symbols or messages that to a significant extent have been shaped by or have consequences for the political system (Meadow, 1980).
Komunikasi politik merupakan salah satu fungsi partai politik, yakni menyalurkan aneka ragam pendapat dan aspirasi masyarakat dan mengaturnya sedemikian rupa -”penggabungan kepentingan” (interest aggregation) dan “perumusan kepentingan” (interest articulation) untuk diperjuangkan menjadi public policy. (Miriam Budiardjo).
Jack Plano dkk. Kamus Analisa Politik: komunikasi politik adalah penyebaran aksi, makna, atau pesan yang bersangkutan dengan fungsi suatu sistem politik, melibatkan unsur-unsur komunikasi seperti komunikator, pesan, dan lainnya. Kebanyakan komunikasi politik merupakan lapangan wewenang lembaga-lembaga khusus, seperti media massa, badan informasi pemerintah, atau parpol. Namun demikian, komunikasi politik dapat ditemukan dalam setiap lingkungan sosial, mulai dari lingkup dua orang hingga ruang kantor parlemen.
Wikipedia: Political communication is a field of communications that is concerned with politics. Communication often influences political decisions and vice versa. The field of political communication concern 2 main areas: (1) Election campaigns – Political communications deals with campaigning for elections; (2) Political communications is one of the Government operations. This role is usually fullfiled by the Ministry of Communications and or Information Technology.
Referensi:
Dan Nimmo. Komunikasi Politik. Rosda, Bandung, 1982; Gabriel Almond. The Politics of the Development Areas, 1960; Gabriel Almond and G Bingham Powell. Comparative Politics: A Developmental Approach, New Delhi, Oxford & IBH Publishing Company, 1976; Mochtar Pabottinggi, “Komunikasi Politik dan Transformasi Ilmu Politik” dalam Indonesia dan Komunikasi Politik, Maswadi Rauf dan Mappa Nasrun (eds). Jakarta, Gramedia, 1993; Jack Plano dkk. Kamus Analisa Politik, Rajawali Jakarta 1989; Prof. Onong Uchjana Effendy, M.A. Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi. Citra Aditya Bakti, Bandung, 2003; Prof. Miriam Budiardjo. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Gramedia, Jakarta, 1982.

HASIL RISET KOMUNIKASI POLITIK. sample-
In Komunikasi Politik on May 3, 2007 at 1:28 pm
HASIL RISET KOMUNIKASI POLITIKsample;-
Fraksi PK Sejahtera DPR-RI- Jakarta Pusat
VISI, MISI DAN PROGRAM FRAKSI PK SEJAHTERA DPR-RI- JAKARTA PUSAT
A. KERANGKA INTERNAL
1. Dakwah yang diemban oleh PKS adalah dakwah integral (syumuliyatud dakwah) yang menckupi seluruh bidang kehidupan. FPKS sebagai sebagian kecil dari tangan-tangan dakwah PKS harus seluas mungkin memasuki bidang-bidang kehidupan tersebut.
2. Partai sebagai sebuah sarana dakwah diharapkan mampu mengokohkan jalannya gerakan dakwah menempuh marhalah-marhalahnya ke depan dengan mengusung kader-kader dakwah yang berkualitas dari sisi syakhsiyah dan amaliyahnya.
3. Musyarakah siyasiyah merupakan dasar gerakan dakwah FPKS pada saat ini dengan karakter mustafidah, mutawazinah, dan mustaqimah yang dalam kaitan Pemilu 2004 berada dalam tahaaluf hukumah berdasarkan kontrak politik dengan presiden.
B. KERANGKA EKSTERNAL
1. Orientasi kehidupan masyarakat Indonesia, masih banyak yang bersifat pragmatis meskipun sebagian besar mereka adalah kaum muslimin sehingga pendekatan dari sisi keislaman sering dipergunakan dalam menarik pengaruh. Hal ini tampak pada hasil Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden/Wakil Presiden tahun 2004.
2. Kekuatan politik di parlemen menunjukkan tingkat sebaran yang tinggi karena tidak satupun partai yang menang mutlak sehingga diduga kondisi politik parlemen akan sangat dinamis. Meskipun asas partai berbeda-beda tetapi interaksi mereka umumnya didasarkan pada kemaslahatan masing-masing yang mungkin berubah-ubah.
3. Dua kenyataan besar dalam politik Indonesia adalah kekuatan tokoh presiden SBY dengan PD yang tidak besar dan kekokohan partai besar PG yang berhasil dikuasai JK yang menjabat wakil presiden. Kecuali terdapat perubahan radikal di PG, dalam lima tahun ke depan warna politik Indonesia akan dipengaruhi oleh ketokohan SBY dan eksistensi PG.
C. VISI
Terwujudnya kepercayaan publik akan peran politik partai dakwah melalui optimalisasi peran anggota legislatif FPKS yang dimanifestasikan dalam dukungan dan signifikan untuk pemenangan Pemilu 2009.
Misi Strategi
Membangun sistem politik yang sehat dan demokratis dalam lingkungan internal parlemen (DPR RI) maupun interaksinya dengan pemerintah dengan mengusung nilai-nilai al-akhlaq alkarimah dan alqudwat al-?ulya. Memperhatikan kaidah-kaidah (pilar-pilar) bagi sistem pengelolaan kekuasaan dalam Islam yakni besarnya rasa tanggungjawab, merangkai kesatuan ummat dan menghargai aspirasi ummat.
Membangun dan mengokohkan koalisi-koalisi parlemen dalam mengusung agenda-agenda dakwah yang terkait dengan ishlahul hukumah, ishlahul mujtama dan alhal al-islami dengan pendekatan-pendekatan yang variatif.
Setiap kebijakan, program dan langkah yang ditempuh partai senantiasa berorientasi kepada perbaikan (ishlah), baik yang terkait dengan perbaikan individu, keluarga, masyarakat, pemerintahan, dan negara dalam rangka meninggikan kalimat Allah dan mengoperasikan syari’ah-Nya.
Menguatkan mekanisme check and balances DPR terhadap pemerintahan untuk mengamankan nilai-nilai yang terkandung dalam kontrak politik PKS dengan Presiden RI. Memperhatikan pilar-pilar bagi terwujudnya good governance di antaranya transparansi, akuntabilitas, kemandirian, kesetaraan, artikulatif.
4. Optimalisasi peran anggota legislatif dan FPKS dalam mengamankan dan memperjuangkan agenda dakwah partai di parlemen atau melalui parlemen.
Memperhatikan arah kecenderungan umum kondisi sosial, politik, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pertahanan dan keamanan yang berkembang dalam masyarakat Indonesia dalam rangka menyusun langkah-langkah antisipasi sesuai dengan marhalah dakwah yang ditetapkan pada suatu masa.
Mengoptimalkan program-program kedewanan yang bersifat turun ke bawah seperti kunjungan kerja komisi atau perorangan untuk program dakwah yang bersifat lebih luas dengan bekerjasama dengan struktur partai yang terkait.
Memperjuangkan terwujudnya UU yang berorientasi kepada nilai-nilai islami melalui perbaikan materi perundang-undangan dan prioritas pembahasannya.
Optimalisasi sumberdaya internal dan eksternal dalam berbagai bidang (media, pakar, lembaga, ormas, dan lainnya) dalam membantu kerja dakwah parlemen. Memperkokoh dukungan struktural, fikrah, metodologi, dan spritualitas dari partai.
Meningkatkan profesionalitas anggota legislatif dan soliditas struktur FPKS.
Menjadikan parlemen sebagai sarana untuk melahirkan sumberdaya/tokoh manusia yang siap diterjunkan ke dalam lingkungan pemerintahan dan masyarakat luas, baik nasional maupun internasional.
Menjalin lebih erat hubungan dakwah internasional melalui pemanfaatan program BKSAP, selain menimba pengetahuan tentang model-model pengelolaan negara dalam berbagai aspeknya.
Memberi kesempatan dan/atau penugasan yang sama kepada setiap anggota legislatif untuk tampil dan berperan aktif dalam forum-forum atau kerja sama nasional, regional, maupun internasional
Meningkatkan pelayanan dan advokasi bagi masyarakat.
Memperjuangkan terwujudnya UU yang berorientasi kepada nilai-nilai islami dan memperjuangkan kemashlahatan umat melalui perbaikan materi perundang-undangan dan prioritas pembahasannya.
KEGIATAN FRAKSI
1. Rapat Pleno Fraksi
Rapat pleno fraksi adalah rapat yang dihadiri oleh seluruh anggota Fraksi PKS DPR RI bersama dengan staf ahli. Rapat pleno diselenggarakan setiap satu minggu sekali. Di DPR RI jadwal rapat fraksi disediakan satu hari dalam lima hari kerja dimana pada hari lain disediakan untuk rapat komisi, paripurna, badan musyawarah, panitia anggaran dan alat kelengkapan dewan lainnya.
Rapat pleno berisikan acara laporan dari setiap anggota faksi yang merupakan unsur setiap komisi tentang perkembangan di komisi masing-masing. Di samping itu rapat pleno juga membicarakan aspirasi yang masuk dari masyarakat dan perkembangan terakhir kondisi nasional dan daerah.
2. Rapat Pimpinan Fraksi
Fraksi PKS memiliki 2 pimpinan yaitu pimpinan fraksi untuk MPR RI dan pimpinan fraksi untuk DPR RI. Yang biasanya bekerja setiap hari adalah adalah pimpinan fraksi di DPR RI, sementara pimpinan fraksi MPR RI relatif lebih jarang. Rapat pimpinan berfungsi melakukan koordinasi dan pembicaraan penting lainnya yang menyangkut kepentingan fraksi secara keseluruhan.
3. Press Release
Fraksi PKS DPR RI juga mengeluarkan press release untuk menyampaikan sikap resmi fraksi mengenai peristiwa ataupun kebijakan yang penting untuk disikapi. Beberapa press release yang sempat dibuat oleh fraksi PKS DPR RI di antaranya adalah, press release tentang hari anti korupsi sedunia, press release tentang solusi menangani Aceh akibat bencana gempa bumi dan tsunami.
4. Kunjungan Kerja
Untuk hal yang dianggap penting dan ingin mengetahui kondisi sebenarnya, fraksi PKS memberikan mandat kepada anggotanya untuk melakukan kunjungan kerja guna mengetahui kondisi riil yang menyangkut permasalahan rakyat. Satu di antaranya adalah kunjungan kerja fraksi PKS DPR RI ke Malaysia guna mendapatkan fakta yang lebih nyata mengenai nasib TKI legal maupun ilegal di sana.
5. Menerima Aspirasi
Fraksi PKS DPR RI dalam rangka menyerap aspirasi dari berbagai lapisan masyarakat melakukan audiensi dengan berbagai elemen masyarakat. Bebeberapa audiensi sudah dilakukan dengan berbagai topik, di antaranya adalah:
Politik ertahanan – Luar Negeri – Informasi – Pemerintahan & Otoda – Aparatur Negara – Agraria – Hukum & Perundang-undangan – HAM – Keamanan.
Infrastruktur:Pertanian & Pangan – Perkebunan dan Kehutanan – Kelautan dan Perikanan – Perhubungan & Telekomunikasi – Pekerjaan Umum – Perumahan Rakyat – Pembangunan Pedesaan – Energi & Sumberdaya Mineral – Riset & Teknologi – Lingkungan Hidup.
Ekonomi:Perdagangan – Industri – Investasi – Koperasi & UKM – BUMN – Keuangan – Perencanaan Pembangunan Nasional .

 

One response to “Komunikasi Politik

  1. Sapo baelah

    Februari 23, 2012 at 4:45 pm

    Thanks…..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: