RSS

KOMPASDU

Kompasdu Mendaki Gunung Singgalang

Gunung Singgalang

Komunitas Pencinta Alam Sumatera Dinamika Utama (KOMPASDU) adalah sebuah orrgani sasi pencinta alam yang anggotanya para karyawan PT Sumatera Dimnamika Utama yang berkantor Pusat di Pekanbaru Riau.

Barubaru ini kami melakukan kegiatan pendakian ke puncak Gunung Singgalang di Sumatera Barat dengan 7 orang tim yang terdiri dari : Afrijon, Harianto, Yosep, Rudi, Dian, Maryani dan Elvin.

Sebenarnya rencananya ada 14 orang yang mau ikut berangkat akan tetapi 7 orang mengundurkan diri karean berbagai alasan dan kesibukan, namun ini tidak mengurungkan niat tim yang 7 lagi untuk berangkat mengingat persiapannya sudah cukup lama.

Kami berangkat dari pekanbaru menuju Sumbar tepatnya pada jam 22.00 WIB tanggal 30 Desember 2011, Menjelang pagi kami istirahat dulu di RM Seroja Lubuk Bangku Paya Kumbuh.

Sebelum mendaki Gunung Singgalang kami sempatkan singgah dulu di beberapa tempat wisata seperti : Lembah Arau dan Ngalau Indah di Paya Kumbuh malah kami sempat naik kepuncak Ngalau Indah, kemudian perjalanan kami lanjutkan ke Istana Pagaruyung di Batu Sangkar yang sebelumnya kami sempatkan minum kopi kawa (teh daun kopi) di Sungai Tarab, setelah dari Pagaruyung perjalanan kami lanjutkan ke panorama danau Singkarak Bukit Kanduang di Puncak Batu Taba, mandi dan makan siang kami lakukan di pinggir danau Singkaran di Malalo, setelah itu baru berangkat menuju Gunung Singgalang.

Sebanyak 7 orang Tim kami beragkat melakukan pendakian yang sangat mengesankan dan menyenangkan hati walaupun terasa capek dan persendian agak terasa saki sakit karena lamanya peerjalanan namun saya sangat salut dengan tim kami yang kompak dan mempunyai tekat yang kuat yang akhirnya kami sampai juga ke puncak.

Bagi saya ini adalah pendakian yang kesekian kalinya ke Gunung Singgalang namun sudah 21 tahun yang lalu tepatnta pada pergantian tahun 1990-1991 terakir kalinya saya mendaki gunung yang indah meenawan ini disaat usia saya masih muda pada disaat badan masih kuat, namun karena sya tau bagai mana indahnya Gunung Sunggalang maka diusia ke 45 tahun inipun saya pingin mendaki lagi dan Alhamdulillah ternyata saya masih bisa sampai ke Telaga Dewi.

<a href="https://afrijonponggokkatikbasabatuah.files.wordpress.com/2012/01/sam_0682.jpg”><

Pendakian 2011-2012 ini sangat didukung oleh cuaca yang cerah dimana jalur pendakian boleh dikatakan cukup bagus kering karena memang di Sumbar sudah 5 hari belakangan tidak lagi turun hujan, jadi ini adalh pendakian yang sangat baik untuk pencinta Daki Gunung terutama untuk pemula.

Saya sangat salut kepada tim ini yang baru pemula mendaki gunung namun cukup penuh semangat untuk sampai ke puncak walaupun perjalanan kami tergolong yang lambat sampai dipuncak akibat minimnya perlengkapan yang dibawa sehingga faktor cuaca malam menjadi sangat menganggu, sebelumnya saya sendiri tidak yakin mereka ini akan sampai ke puncak karean saya tau bagaimana terjal dan curamntya jalur pendakina, yang palaing saya kahawatirkan adalah Elvin dan Mariani dengan pisik dan postur tubuh mereka yang kecil mungil apa lagi persiapan safty, jaket sepatu, penutup kepala mereka yang tidak standar, namun karean semanagat yang tinggi akhirnya kami sampai juga ke Telaga Dewi yang sangat menbawan dan dapat meenikmati suasana mata hari terbit di batu cadas.(Elvin, Mariani Bapak tidak perccaya kalian akan sammpai ke puncak Gunung Singgalang nammun kalian adalah wanita-wanita yang hebat dan luar biasa)

Dari Koto Baru kami diantar pakai Mobil oleh sahabat saya Dasril yang rumahnya di Kayu Tanduk kotobaru samapai ke Pesangrahan (Tower RCTI TVRI. ini dilakukan untuk menghemat tenaga tim yng berangkat, stelah selesai shalat magrim yang dijamak dengan isya kami mulai mendaki menuju puncak, samapai habis melewati hutan Pipiang (pohon tarok)semangat tim masih kuat dan berapi rapi sesekali meliahat kebelakang nampak keindahan malam kota bukit tinggi dan padang panjang, namun setelah mulai melewati hutan kayu yang pendakiannya semakin tegak dan menantang sudah banyak mulai pertanyaan “masih jauhkah lagi ??) saya selalu memberi semnagat kepada tim bahwa kita sudah dekat, untuk membuat tim agar jangan terlalu kecapek-an maka saya selalu mengajak mereka berhenti sejenak untuk melepaskan kelelahan dan kemudian melanjutkan lagi pendakian.

Tadinya rencana kalau teman-teman saya ini kuat kami akan merayakan tahun baru di Telaga Dewi bergabung dengan pendaki lainnya yang telah dahulu mendaki dari tgl 30-12-11 namun karean kondis tidak memungkinkan tim yang kelelahan dan semakin dinginnya suasana dengan minimnya pakanan yang layak dan tidak adanya tenda yang kami bawa maka kami sepakat intik istirahat dan merayakan tahun baru di perjalanan (diatas Parit sumber air pertama)tepat jam 00.00 kami berdoa bersama menurut keyakinan masing-masing.

Ditempat ini kami putuskan untuk istirahat, makan dan meemabuat api unggun untuk menghangatkan tubuh, namun sangat disayangkan minyak tanah yang kami sudah persiapkan dari koto baru tertinggal di Pesangrahan sehingga kayu yang kami kumpulkan susah terbakatnya sementara cuaca dingin semakin menusuk tulang apa lagi kami tidak membawa tenda dan matras untuk istirahat sehingga kami tidak bisa istirahat dengan baik karena kedinginan sampai mengigil malah ada yang sampai keram dan sedikit kaku.

Karena kami tidak bisa istirahat dengan sempurana dan badan semakain dingin maka pada jam 03.00 kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan supaya tubuk bisa bergerak untuk melawan dingin dan kekakuan, sambil berjalan kami menemukan pendaki lainnya yang membuat api unggun dan tim yang perempuan dapat menumpang menghangatkan badan, kemudian perjalanan kami lanjutkan lagi.

Tidak jauh dibawah batu cadas Elvin tidak sanggup lagi mmelanjutkan perjalanan karena kedinginan yang menusuk tulang akhirnya kami putuskan untuk istirahat lagi,dan setelah terbit fajar perjalanan kami lanjutkan sampai ke batu cadas sehingga kami dapat menikmati matahari terbit, dan disini sudah banyak para pendaki yang memasang tenda.

Sammbil menikmati mata hari terbit di batu cadas ini kami bisa menghangatkan badan melalui sinar mata hari pagi sambil sarapan pagi dengan persiapan yang seadanya bergembira, berkenalan dan bercerita dengan pendaki lainnya.

Tepat jam 08.00 kami melanjutkan pendakian batu cadas menuju Telaga Dewi, sambil mendaki batu cadas kami menikmati indahnya bukit tinggisampa padang panjang dan danau singkarak, terlihat jelas lapuisan lapisan gunung dan bikit yang berjejer indah “Subhanallah memmang luar biasa ciptaan Allah yang tak akan pernah mampu dilakukan manusia”

1 jam lebih mendaki batu cadas dan hutan berlumut yang dingin akirnya kami sampai juga di Telaga Dewi nan menawan hati, dalam hatu saya katakan kepada Telaga Dewi ” 20 tahun ku tinggalkan dirimu tetap tidak berubah kau masih seperti yang dulu dan bersabar menunggu kedatanganku lagi”

Begitu sampai di Telaga Dewi saya melihat wajah-wajah teman-teman saya yang ceria penuh gembira saya pandangi mereka satu persatu dan dalam hati saya bangga telah berhasil membawa mereka kemari, mereka terliaht gembiar dan menikmati suasana indah Puncak Singgalang Tealaga dewi yang indah memukau sungguh besar kekuasaan Tuhan dipuncak Gunung ada danau yang airnya jernih bagai mata air mata kucing.

Elvin yang tadinya sudah mulai putus asa untuk mencapai kepuncak saya lihat begitu sampai di Telaga Dewi tempat dimana yang menjadi idaman bagi setiap pencinta alam terutama kaula muda, terlihat wajah cerianya dalam keadaan capek dan ngantuk matanya berbinar bahagia dan kemudian tertidur ditepi Telaga Dewi, telaga impian pendaki Singgalang, begitu juag Maryani gadis mingil yang penuh semangat dan selalu optimis ini terlihat sekali wajah bahagia dan bangganya telah sampai ke puncak, karean tidak semua orang yang bisa dan sangkup sampai kemari (SELAMAT UNTUK TIM KOMPASDU KALIAN ADALAH ORANG-ORANG YANG TERPILIH UNTUK SAMPAI KEMARI”

Harianto selaku Koordinator Tim saya lihat betapa puasnya bersamma Rudi dan Yosep semangat mereka jugalah yang membawa saya dapat kembali menginjakkan kaki di Telaga Dewi ini, titambahlagi dengan cekatannya Dian Akbar yang selalu setia menemani dan mengiringi kami dari belakan.

Bagi saya begitu sampai di Puncak melangkah memasuki Telaga Dewi yang indah yang selalu aku rindukan, dalam hati saya berbisik “Telaga Dewi ternyata kau masih seperti yang dulu, 21 tahun sudah aku tidak mengunjungimu namun kau tetap setia, keramahan dan kesejukanmu tak pernah pudar menyambutku walau sudah ku tinggal sekian lama, tapi sebagai bukti aku tidak melupakanmu pada hari ini diusiaku yang sudah milai beranjak tua dengan terbata-bata dan tertatih tatih aku tetap berusaha mengunjungimu untuk sekedar melepas kerinduanku padamu, dan percayalah Isya Allah suatu saat menjelang ajalku aku akan tetap menjengukmu”
____________________________________________________________________________________________________________________________

Tip & Persiapan Naik Gunung Singgalang :

Bagi anda yang ingin naik mendaki Gunung Singgalang ada beberapa hal yaang perlu dipersiapkan supaya pendakian yang anda lakukan lebih nyaman, sempurna dan tidak terkendala dari berbagai yang memungkinkan kurang yamannya pendakian yang anda lakukan :

PERSIAPAN MENTAL

Harus anda sadari bahwa ini adalah mendaki gunung bukan pergi rekreasi biasa seperti ke pantai, taman wisata, ketempat hiburan kota, ke mall dll. Naik Gunung membutuhkan fisik yang sehat dan kuat serta konsentrasi yang serius karena kalau tidak akibatnya kan merugikan diri sendiri dan menyebebkan terganggunya kenyamanan teman-teman sesama pendaki.

Walaupun panjangnya perjalan kaki tidak lebih dari 3 km saja namun ini adalah pendakian bukan jalan mendatar seperti di kota atau dikampung, pendakian akan memakan waktu berjam-jam (5-8 jam) tergantung kita mau naik dari mana.

PERSIAPAN FISIK

Kalau kita ingin mendaki Gunung pastikan dulu fisik kita sedang fit dan sehat karena yang namanya mendaki gunung memerlukan tenaga yang ekstra, belum lagi cuaca yang dingin sampai di tengah perjalanan dan di puncak gunung.

____________________________________________________________________________________________________________________________

Jalur Pendakian Gunung Singgalang by Mapala Universitas Andalas
· Tinggi : 2877 mdpl.
· Letak : Kab. Agam
· Karakteristik : Gunung api tidak aktif, ditutupi hutan hujan tropis, trek pendakian terjal dan terdapat 2 buah telaga di daerah puncak.
Perizinan : Lapor di Pos polisi terdekat atau kepala desa Rambatan.
Potensi : 2 buah telaga (telaga Dewi dan telaga Kumbang), panorama Gunung Marapi.

· Jalur Pendakian :
Jalur Koto Baru (Pandai Sikek)
MAPALA UNAND-Terminal Bingkuang (Rp. 2.000,-), Terminal Bingkuang-Koto Baru (Rp. 8.000,-) bus jurusan Padang-Bukittinggi (turun di Koto Baru) PO. ANS, NPM dan sebagainya. Koto Baru-Stasiun RCTI (Angkot hanya sampai desa terakhir dengan ongkos Rp. 1.500,- setelah itu trekking selama + 1,5 jam, atau angkot carteran Rp. 50.000,-).
Titik Start : Stasiun Pemancar RCTI Pandai Sikek. Lama pendakian normal 6 jam
Kondisi Medan
-Pasar Koto Baru-Stasiun RCTI : jalan aspal curah, peladangan tebu, tanjakan ringan, sumber air.
-Stasiun RCTI (5176,5645)-Cadas : Tanjakan terjal, semak-semak, hutan sekunder-hutan primer, sumber air I (5057,5654) sumber air di sepanjang jalur (5 jam).
-Cadas-Telaga Dewi : tanjakan terjal, berbatu, perdu dan hutan lumut, (30 menit).
-Telaga Dewi-Puncak Singgalang (4813,5689): landai, hutan lumut, (30 menit).

Jalur Balingka
MAPALA UNAND-Terminal Bingkuang (Rp. 2.000,-), Terminal Bingkuang-Padang Luar (Rp. 8.000,-) bus jurusan Bukittinggi (turun di Padang Luar). Padang Luar-Batu Tagak (Rp. 2.500,-) angkutan pedesaan Batu Tagak-Panambatan (alternatif trekking melalui Desa Rambatan).
Titik Start : desa Panambatan, Balingka. Lama pendakian normal 8 jam.

Jalur Toboh (Kenagarian Malalak)
MAPALA UNAND–Terminal Bingkuang (Rp. 2000,-) Terminal Bingkuang–Padang Luar (Rp. 8.000,-). Padang Luar–Toboh (Rp. 3000,-).
Titik Start : Jorong Toboh Kenagarian Malalak. Lama pendakian 12 jam.
Kondisi Medan
Toboh–Pintu Rimba : perladangan penduduk yang dipenuhi semak belukar. Sumber air

Diposkan oleh ROFARA WISATA INDONESIA

 

3 responses to “KOMPASDU

  1. rudy

    Januari 7, 2012 at 3:59 am

    KOMPASDU tetap semangat., mari kita taklukkan lagi pendakian berikutnya sampai dipuncak gunung-gunung lain yang menawan indah

     
  2. Harianto Halim

    Januari 11, 2012 at 9:03 am

    Selalu sukses untuk Tim KOMPASDU.
    Saya begitu salut dengan rekan – rekan yang sangat luar biasa semangatnya ketika mengikuti perjalanan ini.
    Apalagi untuk kedua teman wanita kami yang begitu mungil dan kecil, namun memiliki semangat yang luar biasa besar.
    Terima kasih teman – teman, salam luar biasa untuk kita semua…

     
  3. Harianto Halim

    Januari 11, 2012 at 9:06 am

    Selalu sukses untuk Tim KOMPASDU.
    Saya begitu salut dengan rekan – rekan yang sangat luar biasa semangatnya ketika mengikuti perjalanan ini.
    Apalagi untuk kedua teman wanita kami yang begitu mungil dan kecil, namun memiliki semangat yang luar biasa besar.
    Terima kasih teman – teman, salam luar biasa untuk kita semua…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: