RSS

Islam agama yang sempurna

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Islam addalah agama yang diturunkan oleh Allah Pencipta langit dan bumi beserta seluruh isinya, Islam yang disebut Addinullah adalah bahagian dari kelengkapan penciptaan Allah untuk kehidupan manusia di muka bumi sebagai acuan dan tutunan dalam menjalani kehidupan dan mengelola alam semesta.

Karena bumi dan alam jagat raya Allah yang menciptakan maka untuk menagtur semuanya gar berjalan sesuai dengan apa tujuan penciptaan oleh Allah maka Allah turunkanlah Addin / Agama Islam sebalai petunjuknya.

Addin artinya adalah peraturan / undang-undang atau petunjuk, di Indonesia atau dinegara-negara rumpun melayu addin disebut dengan AGAMA, konon berasal dari bahasa sangsketa yang berarti : A = Tidak, GAMA = Kacau, maka AGAMA berarti tidak kacau, karean memang kalau diri kita mau tidak kacau pakailah agama, kalau rumah tangga kita mau tidak kacau pakailah agama, dan kalau pekerjaan kita tidak mau kacau pakailah agama, dan kalau negara ini mau tidak kacau pakailah agama, dan apa saja didunia ini kalau mau tidak kacau pakailah agama, karena barang siapa yang meninggaklkan agama maka dia akan kacau.

Agama yang jelas-jelas yang diridhi Allah itu adalah agama Islam, karena inilah agama yang datangnya dari Allah Sang Pencipta lagit bumi dan isinya.

Kesempurnaan Isalam jelas bahwa Islam memang mengatur baerbagai aspek kehidupan dan memberikan arahan yang jelas dalam pengelolaan alam semesta, Islam memberi khabar kepada kita tentang hari ini dan hari esok.

Islam mengatur cara hidup manusia sebagai khalifah dimuka bumi, bagaimana cara memperlakukan alam semesta dan mkhluk Allah lainnya, Islam mengingatkan kita bahwa diujung kehidupan ada kematia dan kematian itu bukanlah akhir dari kehidupan melainkan awal dari kehidupan yang sebenarnya.

___________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________

TIGA CARA MENSYUKURI RAHMAT ALLAH

Sebagi makhluk yang diciptakan oleh Allah dan yang diamanahkan sebagai khalifah dimuka bumi dengan berbagai rahmat dan fasilitas Allah yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kita keluarga dan orang lain maka kita harus bersyukur kepada Allah yang telah menciptakan dan memilih kita untuk menjadi makhluk yang terbaik dimuka bumi ini.

Coba kita bayangkan bagai mana jadinya kalau makhluk lain yang dipilih oleh Allah sebagai Khalifah dimuka bumi ini maka sudah barang tentu kita yang manusia ini akan diatur oleh makhluk itu, namun pilihan Allah yang dijatuhkan kepada kita manusia tentu tidak serta merta begitu saja kita dilengkapi dengan berbagai kesempurnaan dan kelengkapan seperti akal pikiran, nafsu syahawat, serta perasaah ihsan yang tinggi dalam diri kita.

Selain berbagai kelengkapan dan fasilitas yang diberikan Allah kepada kita
Allah juga memberikan berbagai tugas dan tanggung jawab kepada kita selaku khalifah dan kita juga diberikan petunjuk bagaimana cara menjalani kehidupan dan memimpin dunia ini dan semua itu harus kita pertanggung jawabkan di akherat nanti kepa Allah Swt.

Atas terpilihnya kita sebagai Khalifah dimuka bumi dan berbagi rahmat serta fasilitas yang diberikan kepada kita oleh Allah maka sepantasnyalah kita bersyukur kepada Allah Swt, dan syukur itupun akan kembali menjadi kebaikan untuk diri kita sendiri.

Berbicara kita tentang bersyukur kepada Allah maka kita tentu terbayang kepada beberapa rangkaian kegiatan karena bermacam-macam cara orang melakukan syukur kepada Allah, seperti membuat acara syukuran, membantu anak yatim dan fakir miskin, berinfak kepada masjid dan rumah ibadah lainnya dll sebagainya. namun sudahkah itu dikatakan bersyukur terhadap Rahmat Allah ?, apa sbenarnya yang dikatakan bersyukur itu ?.

Untuk bersyukur kepada Allah kita harus melakukan 3 perkara :
1. Bersyukur dengan hati, didalam hati kita harus kita tanamkan bahwa segala rahmat yang ada adalah datangnya dari Allah Swt, tidak ada sesuatu halpun dimuka bumi ini selalin melalui kekuatan Allah, orang yang bersyukur dengan hati maka dia tidak akan sombong dalam prilakunya karena dia menyadari bahwa apapun kelebihan dirinya adalah datangnya dan amanah dari Allah Swt, tanpa petolongan dan izin dari Allah maka apapun tidak akan dapat dimiiliki ataupun dikuasai.

2. Bersyukur dengan lisan, dari mulut orang orang yang bersyukur akan selalu keluar asma-asma Allah, Subhanallah, Alahamdulillah, Masya Allah dll sebagainya, dan mereka selalu setiap berkata mengatakan berkar rahmat Allah, dengan izin Allah, dll sebagainya, orang yang bersyukur dengan lisannya akan jauh dari sifat-sifat ujub dan kakabbur.

3. Bersyukur dengan perbuatan, ini adalah syukur yang paling penting yaitu dengan perbuatan, apalah artinya kita mengatakan kita bersyukur namun kala kenyataan perbuatan kita justru kufur kepada Rahmat Allah.

Mensyukuri rahmat Allah dengan perbuatan adalah dengan cara pergunakanlah rahmat Allah itu di jalan yang diridhai Allah dan sesuai ketentuan yang telah digariskan oleh Allah.

Mensyukuri rahmat Allah dalam arti yang sesungguhnya adalah memanfaatkan rahmat Allah dijalan yang diridhai Allah, sedangkan orang yang mengkufuri Rahmat Allah adalah orang yang selalu menyalah gunakan rahmat Allah ke jalan yang dilarang oleh Allah.

Semoga kita semua menjadi orang orang yang bersyukur !!!!!!……

Salam
Afrijon Ponggok
Katik Basa Batuah

___________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________

ADAB DAN FADILAH MEMBACA AL-QURAN

Sumber : MediaMuslim.Info

Sedang berada di Jabal Rahmah Padang Arafah MakkahAlloh Subhanahu wa Ta’ala menurunkan kitab-Nya yang mulia sebagai petunjuk bagi manusia agi kaum mukminin, membimbing kepada yang lebih lurus, menjelaskan jalan petunjuk. Namun demikian, saat ini banyak menusia yang meninggalkan kitab yang agung ini, tidak mengenalnya kecuali hanya pada saat tertentu saja, seperti: di antara mereka ada yang hanya membacanya pada saat bulan Ramadhanataupun yang hanya mengenalnya saat ada kematian, dan sejenisnya.

Kemudian telah berkembang pula perbuatan-perbuatan yang tidak ada tuntunannya dalam Syariat Islam ketika membaca Al-Qur’an, di antaranya: membaca bersama-sama denga satu suara dalam masjid atau di rumah, menuliskan ayat-ayat Al-Qur’an di atas kertas kemudian dimasukan ke dalam air untuk diminum, membaca Al-Qur’an di atas kuburan dll.

Pada dasarnya membaca Al-Qur’an haruslah dengan tatacara sebagaimana Rasulullah ShallAllohu ‘alaihi wa sallam Beramal perlu Ilmumencontohkannya bersama para shahabat beliau ShallAllohu ‘alaihi wa sallam. Tidak ada satupun riwayat dari beliau dan para sahabatnya bahwa mereka membacanya dengan cara bersama-sama dengan satu suara. Akan tetapi mereka membacanya sendiri-sendiri atau salah seorang membaca dan orang lain yang hadir mendengarkannya.

Telah diriwayatkan bahwa Rasulullah ShallAllohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Hendaklah kalian berpegang teguh pada sunahku dan sunnah para Al-Khulafa’ur Rasyidun setelahku” [1]

Sabda beliau lainnya, yang artinya: “Barangsiapa mengada-adakan dalam perkara kami ini (perkara agama) yang tidak berasal darinya, maka dia itu tertolak” [2]

Dalam riwayat lain disebutkan, yang artinya: “Barangsiapa melaksanakan suatu amalan yang tidak ada perintah kami maka amalan tersebut tertolak” [3]

Hidup adalah untuk IbadahDiriwayatkan pula dari Nabi ShallAllohu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau memerintahkan kepada Abdullah bin Mas’ud RadhiyAllohu ‘anhu untuk membacakan kepadanya Al-Qur’an. Ia berkata kepada beliau. “Wahai Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa sallam, apakah aku akan membacakan Al-Qur’an di hadapanmu sedangkan Al-Qur’an ini diturunkan kepadamu?” Beliau ShallAllohu ‘alaihi wa sallam menjawab, yang artinya: “Saya senang mendengarkannya dari orang lain” [4]

BERKUMPUL DI MASJID ATAU DI RUMAH UNTUK MEMBACA AL-QUR’AN BERSAMA-SAMA.

Jika yang dimaksud adalah bahwasanya mereka membacanya dengan satu suara dengan ‘waqaf’ dan berhenti yang sama, maka ini tidak disyariatkan. Paling tidak hukumnya makruh, karena tidak ada riwayat dari Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa sallam maupun para shahabat beliau ShallAllohu ‘alaihi wa sallam. Namun apabila bertujuan untuk kegiatan belajar dan mengajar, maka kita berharap hal tersebut tidak apa-apa.

Adapun apabila yang dimaksudkan adalah mereka berkumpul untuk membaca Al-Qur’an dengan tujuan untuk menghafalnya, atau mempelajarinya, dan salah seorang membaca dan yang lainnya mendengarkannya, atau mereka masing-masing membaca sendiri-sendiri dengan tidak menyamai suara orang lain, maka ini disyari’atkan, berdasarkan riwayat dari Nabi ShallAllohu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda, yang artinya: “Apabila suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Alloh (masjid) sambil membaca Al-Qur’an dan saling bertadarus bersama-sama, niscaya akan turun ketenangan atas mereka, rahmat Alloh akan meliputi mereka, para malaikat akan melindungi mereka dan Alloh menyebut mereka kepada makhluk-makhluk yang ada di sisi-Nya” [5]

MEMBAGI BACAAN AL-QUR’AN UNTUK ORANG-ORANG YANG HADIR

Membagi juz-juz Al-Qur’an untuk orang-orang yang hadir dalam perkumpulan, agar masing-masing membacanya sendiri-sendiri satu hizb atau beberapa hizb dari Al-Qur’an, tidaklah dianggap secara otomatis sebagai mengkhatamkan Al-Qur’an bagi masing-masing yang membacanya. Adapun tujuan mereka dalam membaca Al-Qur’an untuk mendapatkan berkahnya saja, tidaklah cukup. Sebab Al-Qur’an itu dibaca hendaknya dengan tujuan ibadah mendekatkan diri kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan untuk menghafalnya, memikirkan dan mempelajari hukum-hukumnya, mengambil pelajaran darinya, untuk mendapatkan pahala dari membacanya, melatih lisan dalam membacanya dan berbagai macam faedah-faedah lainnya.[6]

Catatan Kaki:
[1] Diriwayatkan oleh Abu Daud no 407 dalam kitab Sunnah, bab Fii Luzuumis Sunnah ; Ibnu Majah no 42 dalam Al-Muqaddimah, bab Ittiba’ul Khulafa’ir Rasyidinal Mahdiyyin, dari hadits Al-Irbadh RadhiyAllohu anhu. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi no. 2676 dalam Al-Ilmu bab ‘Maa Jaa’al Fil Akhdzi bis Sunnati Wajtinabil Bida’, ia mengatakan: ‘Hadits ini hasan shahih. Al-Arna’uth berkata: ‘Sanadnya hasan. Lihat Syarhus Sunnah, 1/205 hadits no.102.

[2] Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no, 2697 dalam Al-Shulh bab ‘Idza Isththalahu ‘ala Shulhin Juur Fash Shulh Mardud’ dan Muslim no 1718 dalam kitab Al-Uqdhiyah bab ‘Naqdhul Ahkamil Bathilan wa Raddu Muhdatsatil Umur’ dari hadits Aisyah RadhiyAllohu ‘anha.

[3] Diriwayatkan oleh Muslim no. 1718 jilid 18, dalam kitab Al-Uqdhiyah bab Maqdhul Ahkamil Bathilan wa Raddu Muhdatsatil Umu’ dari hadits Aisyah RadhiyAllohu ‘anha.

[4] Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 5050, dalam Fadhailul Qur’an, bab ‘Barangsiapa mendengarkan Al-Qur’an dari orang selainnya’ dari hadits Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, ‘Rasululloh berkata kepada saya, bacakan Al-Qur’an untukku. Saya berkata, Wahai Rasululloh, apakah saya akan membacakannya sedangkan Al-Qur’an ini diturunkan kepadamu? Beliau menjawab, ‘Ya’ Maka sayapun membacakan surat An-Nisa hingga pada ayat, yang artinya: “Maka bagaimanakah (halnya orang-orang kafir nanti), apabila kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)”. (QS: An-Nisa: 41). Beliau berkata, “Cukup”. Saya menoleh kepada beliau, ternyata kedua matanya sedang berlinang air mata.” [Lihat Fatwa Lajnah Da’imah no. 4394]

[5] Bagian dari hadits yang diriwayatkan oleh Muslim no. 2699 dalam kitab Dzikir dan Do’a, bab ‘Fadhlul Ijtima ‘Ala Tilawatil Qur’an wa ‘Aladz Dzikir dari hadits Abu Hurairah RadhiyAllohu ‘anhu.[Lihat juga Fatawa Lajnah Da’imah no. 3302]

[6] Lihat Fatwa Lajnah Da’imah no. 3861
(Sumber Rujukan: Penyimpangan Terhadap Al-Qur’an; Fatwa Lajnah Da’imah)

(Sunting)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: