RSS

KHITTAH PERJUANGAN PARTAIBULAN BINTANG

08 Okt
KHITTAH PERJUANGAN PARTAIBULAN BINTANG

Dia telah mensyari’atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) Nya orang yang kembali (kepada-Nya)”. (QS : Asy Syura:13)

POLITIK

PENGERTIAN POLITIK

Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.

Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.

Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun non konstitusional.

Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:

  1. politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
  2. politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
  3. politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
  4. politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.

PARTAI POLITIK

PENGERTTIAN PARTAI POLITIK

Sebuah partai politik adalah organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu atau dibentuk dengan tujuan khusus.

Definisi lainnya adalah kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama.

Tujuan kelompok ini ialah untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik – (biasanya) dengan cara konstitusionil – untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka.

Sigmund Neumann: Partai Politik adalah organisasi dari aktivis-aktivis Politik yang berusaha untuk menguasai kekuasan pemerintah serta merebut dukungan rakyat atas dasar persaingan melawan golongan-golongan lain yang tidak sepaham.

Miriam Budiardjo: Partai Politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai dan cita-cita yang sama dengan tujuan memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik (biasanya), dengan cara konstitusional guna melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka.

POLITIK DAN KEKUASAAN

Partai Politik dan Kekuasaan

Berdasarkan pemahaman yang seperti itu, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada satupun Partai Politik didirikan tanpa tujuan yang berkaitan dengan kekuasaan pemerintahan.

Dengan demikian, keberadaan partai politik dalam kehidupan ketatanegaraan modern tidak lain adalah untuk mewujudkan tatanan kehidupan kenegaraan yang lebih beradab.

Hal ini disebabkan dalam sejarahnya, perebutan kekuasaan pemerintahan dalam suatu negara sering dilakukan dengan cara kekerasan dan pertumpahan darah.

Menurut UU No. 2 tahun 2008 tentang Partai Politik disebutkan bahwa Partai Politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Jika kita simak lebih mendalam pengertian ini, maka cita-cita yang pertama kali diemban oleh Partai politik tidak lain dan tidak bukan adalah memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota.

Baru kemudian memperjuangkan masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tujuan yang demikian inilah mengakibatkan orientasi partai politik tidak lain adalah kekuasaan.

Menurut Johan Galtung ada 2 dimensi sifat kekuasaan :

  1. dimensi yang mempesona
  2. dimensi yang menakutkan.
  3. Kekuasaan yang mempunyai sifat konteks dimensi mempesona karena dengan kekuasaan itu orang atau kelompok orang akan memperoleh berbagai fasilitas baik materiil maupun moril, dan sekaligus dengan kekuasaan yang dimiliki tersebut akan dapat mengendalikan chaos (kesemrawutan) di dalam masyarakat.
  4. Sedangkan dimensi sifat yang menakutkan karena kekuasaan itu cenderung untuk disalahgunakan, menindas, manipulatif yang pada akhirnya sering menyengsarakan masyarakat baik secara individual maupun struktural.

POLITIK ISLAM

Bila dicermati dalam kacamata Islam, peran dan tugas parpol sangat luas. Pertama, parpol wajib mengoreksi penguasa.

Keberadaan parpol dalam Islam memiliki tugas atau kewajiban sesuai dengan yang ditentukan oleh Allah yakni mendakwahkan Islam dan melakukan amar makruf nahi mungkar. Sebagai mana Firman Allah SWT. :

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS : Ali Imran : 104).

Di tangan penguasalah puncak kemakrufan atau kemungkaran.

Karena itu, fungsi utama amar makruf dan nahi mungkar bersentuhan langsung dengan pihak penguasa.

Rasulullah SAW bersabda: Pemuka para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthalib dan seseorang yang berdiri di hadapan penguasa zalim untuk melakukan amar makruf nahi mungkar kepadanya, lalu penguasa tersebut membunuhnya. (HR al-Hakim).

Hadits ini menunjukkan bahwa tugas parpol adalah melakukan koreksi terhadap penguasa.

Jika dalam perjalanan kekuasaannya penguasa melakukan penyimpangan maka tugas dan kewajiban parpol Islam untuk meluruskannya agar sesuai dengan sistem (hukum) Islam.

Fungsi perbaikan (ishlâh) hanya dapat dipahami dalam konteks penguasa memang diangkat berdasarkan sistem (hukum) Islam dan dalam rangka menerapkan hukum Allah SWT.

Namun, jika penguasa diangkat berdasarkan sistem (hukum) kufur yang mengatur masyarakatnya maka yang dilakukan parpol Islam adalah perubahan total (taghyîr).

Bukankah pada masa Rasulullah, seluruh langkah parpol Islam di kota Makkah bersifat taghyîr (perubahan total), bukan ishlâh (perubahan parsial)? Inilah seharusnya jalan yang ditempuh oleh seluruh parpol Islam di seluruh negeri-negeri Muslim.

(Inilah Sunnah Nabi).

Parpol dalam Islam harus membina kesadaran politik masyarakat.

Setiap peristiwa di tengah masyarakat tidak selalu murni tanpa rekayasa.

Sebagian peristiwa boleh jadi by design.

Pada hakikatnya, situasi politik lokal, regional, dan internasional terjadi mengikuti mainstream dari sebuah kebijakan politik.

Umat harus mengamati dan memahami semua kejadian tersebut dari sudut pandang Islam.

Inilah yang disebut dengan kesadaran politik Islam.

Pada masa lalu, Rasulullah melakukan aktivitas membangun struktur kelompok terpilih yang beranggotakan para Sahabat.

Rasulullah membina mereka secara langsung sehingga mereka memiliki kepribadian Islam yang kokoh.

Mereka dipersiapkan sebagai pilar-pilar yang akan menjadi penopang ketika masyarakat dan Daulah Islam (Khilafah) terbentuk.

Di samping itu, pembinaan secara umum kepada masyarakat dilakukan dengan melontarkan opini umum tentang ajaran Islam, merespon berbagai persoalan kemasyarakatan, membongkar persekongkolan dan rekayasa jahat orang-orang kafir terhadap ajaran Islam dan kaum Muslim, dan sebagainya. Semua itu adalah bagian dari tahapan dan proses yang dijalin oleh Rasulullah SAW dengan tuntunan wahyu Allah SWT dalam politik Islam.

Parpol Islam berupaya mewujudkan dan menjaga tegaknya Islam.

Parpol Islam sejati tidak boleh terbuai dengan wacana demokrasi dan pemilu yang terbukti hanya fatamorgana serta omong kosong tanpa makna.

Pada masa lalu, Rasulullah dan para sahabat mendakwahkah Islam, sekaligus melakukan aktivitas politik yang bertujuan mendirikan Daulah Islam.

Dengan aktivitas politik sistematis yang ditempuh Rasulullah dan para sahabat, akhirnya berdiri Daulah Islam di kota Madinah.

Seluruh aktivitas dakwah Rasulullah dan para sahabat merupakan rangkaian aktivitas politik dan dengan aktivitas ini pula Negara Madinah terwujud.

Di masa sekarang, ketika Islam tidak diterapkan, tugas dan kewajiban partai politik Islam adalah merealisasikan ide-ide Islam dalam seluruh aspek kehidupan.

Mau tidak mau, parpol Islam harus memiliki bangunan yang jelas dan terarah.

Pertama, dibangun di atas dasar ideologi. Parpol ini mengusung ideologi Islam, yakni Islam sebagai sistem hidup, sistem hukum, dan sistem pemerintahan.

Dengan kata lain, mereka mengemban Islam yang bersifat ideologis dan politis.

Karenanya, seluruh aktivitas parpol terikat dengan panduan hukum-hukum Islam.

Parpol Islam harus bersifat universal; tidak berasaskan kesukuan, kelompok, kebangsaan, atau mazhab tertentu.

Ini sesuai dengan universalitas Islam yang tidak mengistimewakan orang Arab maupun ‘ajam (non-Arab). Selain itu, parpol Islam berjuang untuk menegakkan Islam dan untuk kemaslahatan kaum Muslim tidak dibatasi hanya untuk satu negeri tertentu saja, seraya melupakan negeri-negeri Islam lainnya.

Jika ini yang terjadi, berarti parpol Islam tersebut mendasarkan aktivitasnya pada nasionalisme/kebangsaan (‘ashabiyyah); satu perkara yang dibenci oleh Rasulullah saw.

Selain itu, keberhasilan parpol Islam dalam perjuangannya ditentukan oleh tiga hal.

Pertama, ide dasar (fikrah) maupun metode (tharîqah)-nya bersifat ideologis, jelas, dan tegas hingga ke bagian-bagian yang terkecilnya. Tidak ada kesamaran sedikitpun di dalamnya.

Prinsip-prinsip ini tidak dapat ditoleransi dan ditawar-tawar lagi. Suatu ketika Rasulullah saw. dibujuk rayu dan diancam oleh kaum musyrik kota Makkah agar beliau meninggalkan prinsip-prinsip yang menjadi fikrah Islam dan menanggalkan jalan (tharîqah) dakwahnya (yang disampaikan melalui pamannya). Dengan tegas Rasulullah saw. menjawab:

Demi Allah, seandainya matahari diletakkan di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar aku menanggalkan perkara (dakwah) ini, aku tidak akan meninggalkannya hingga agama ini tegak atau aku mati karena (membela jalan)-nya. (HR Ibnu Hisyam).

Parpol Islam manapun yang menyimpang, meskipun hanya sedikit, dari metode (yang pernah dijalankan) Rasulullah saw. pasti akan tersungkur dan akhirnya terjebak dalam lingkaran sistem kufur.

Kedua, parpol Islam bertumpu pada orang-orang yang memiliki kesadaran politik yang benar, berniat hanya untuk memperjuangkan Islam dan kaum Muslim, serta hanya mencari keridhaan Allah saja.

Rasa takutnya hanya kepada Allah semata, bukan terhadap makhluk-makhluk-Nya.

Tentu saja, dengan catatan sebuah parpol Islam harus mengedepankan kepemimpinan ideologis (qiyâdah fikriyyah)-nya dan berupaya jangan sampai muncul benih-benih figuritas atau paternalistik yang bisa menghancurkan parpol itu sendiri serta akan merusak kemurnian ide maupun metode.

Ketiga, ikatan yang menjalin anggota parpol, simpatisan, maupun para pendukungnya adalah ikatan (akidah) Islam. Hubungan mereka dilandasi ukhuwah islamiyah, satu dengan yang lainnya adalah laksana saudara sebagai mana Firman Allah SWT. :

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (QS : Al-Hujurat : 10).

Tanpa memenuhi persyaratan tersebut, parpol Islam akan senantiasa mengalami kegagalan.

Untuk itu kepada segenap kader Partai Bulan Bintang mari kita meluruskan nawaitu kita dalam mejalankan perjuangan kita melalui politik ini hanyalah semata karean ingin tegaknya Agama Allah dimuka bumi ini terutama di Negara yang kita cintai ini, dan mari kita rapatkan barisan kita untuk bersatu serta bersama sama memberikan penjelasan pengertian dan pendidikan politik yang benar kepada masyarakat kita terutama ummat Islam di daerah kita.

Hukum wajib berjihad bagi kaum Muslimin

Sekalipun bagaimana keluasan arti ”jihad” sepanjang pimpinan Islam (Qur’an dan Sunnah), namun hukum wajib berjihad bagi kaum Muslimin tetap berlaku di sepanjang masa dan dimana saja berada.

Karena tidak di dapat satu keteranganpun baik dari Al-Qur-an maupun dari hadits shahih yang menunjukkan bahwa hukum jihad telah di hapuskan. Mengapa demikian?

Karena orang-orang kafir, orang-orang Musyrik dan orang-orang yang merintangi/mengganggu tersiarnya da’wah Islamiyah tetap ada dan selalu berusaha akan memusnahkan ruh Islam dan memadamkan cahaya Islam dari muka bumi ini.

Sedang sejak perintah jihad diturunkan kepada kaum Muslimin, adalah untuk memelihara keamanan dakwah Islamiyah, untuk mempertahankan kebenaran Islam dan untuk menjaga ketegakan hukum ALLAH dimuka bumi Allah ini.

Disamping itu, kewajiban berjihad itu mengandung pimpinan untuk menguji orang-orang yang telah mengaku beriman kepada Allah, agar dapat diketahui mana orang yang beriman dengan sebenarnya dan mana orang yang beriman pada bibirnya saja, sebagai mana Firman Allah :

”Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi(pula)kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu ; ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”( QS : Al Baqarah : 216)

Menurut keterangan para ahli tafsir yang terkemuka ; inilah ayat yang mula-mula sekali diturunkan untuk mewajibkan kepada kaum Muslimin supaya berperang, yaitu pada tahun ke II dari Hijrah Nabi Muhammad s.a.w. di Madinah.

Ayat lain yang menganjurkan kita untuk berjihat adalah :

Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan nyawa mereka di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS : Al-Hujurat : 15)

Rasulullah SAW juga bersabda :

”Man qaatala litakuuna kalimatullah hiyal ‘ulyaa fahuwa fii sabiilillah’‘

”Barangsiapa berperang dengan tujuan supaya adalah Kalimat ALLAH yang tertinggi, maka ia itu berperang di jalan ALLAH.” (Hadits Riwayat Al Bukhari, Muslim dari Abi Musa r.a.)

Dalam hadits ini jelas menunjukkan ”berperang dengan tujuan agar Kalimah ALLAH yang tertinggi”. Ituadalah Jihat.

Tegasnya : Agar agama ALLAH tidak akan ada yang merintangi dan hukum ALLAH tidak akan ada yang berani mengganggu-gugat lagi.

Dengan kata lain bahwa orang yang berperang dengan tujuan yang selain dari yang tersebut, tidaklah dapat dikatakan berperang di jalan ALLAH.

Merebut kekuasaan dizaman Rasulullah, zaman sahabat, dan zaman ke Khalifahan adalah melalui Perang karena pada zaman itu belum ada politik, walaupun sebenarnya sistim politik itu dipopulerkan oleh Barat dan Sekulerisme adalah untuk melawan dan menghancurkan sistim kekhalifahan (Daulah Islamiah) dan Jihat ummat islam dalam merebut kekuasaan yang tidak dapat dilawan oleh Barat dan Sekuler.

Pada zaman ini terutama di Negara-negara yang telah menganut Demokrasi Barat yang lebih cendrung kepada sekuleritas dalam sistim pemerintahan mau tidak mau kita harus ikut berpolitik dengan menegakkan Politik Islam inilah Jhat kita saat ini, bagai mana caranya Partai yang berusaha menegakkan Syariat Allah bisa berkuasa untuk melawan Politik barat dan sekulerisme.

Karena Berjihat adalah wajib hukumnya maka saat ini memperjuangkan Politik Islam (masuk Partai yang memperjuangkan Syariat Islam) hukumnya juga adalah wajib, karena melalui politiklah kiat bisa berjuang menegakkan Agama Allah di muka Bumi Allah ini.

Karena kalau tidak maka Ummat Islam akan tetap tertindas dan syariat Islam akan semakin hilang dari hati masyarakat kita, tingkat kekufuran dan kemungkaran akan semakin merajalela dam pelaksanaan syariat akan semakin lemah.

BERRJIHAT DENGAN HARTA

Untuk mencapai cita-citanya, Yahudi mendirikan lembaga pengumpulan dana. Tapi untuk mendukung Perjuangan Palestina dan perjuangan ummat Ialam lainnya, kita enggan mengeluarkan harta kita, termasuk untuk perjuangan Partai Islam dalam menegakkan Agama Allah di Indonesia.

Ketika Hamas memenangkan Pemilu tahun 2006 lalu di Palestina, Amerika dan negara-negara Eropa melakukan pemboikotan besar-besaran dana ke Palestina.

Rakyat Palestina kelaparan dan pemerintah Palestina yang dikuasai Hamas saat itu, sibuk ke sana kemari mencari dana bantuan alternatif ke negara-negara Timur Tengah dan lainnya.

Di tengah-tengah kondisi ekonomi yang morat-marit itulah kemudian Amerika mendukung salah satu faksi di Palestina untuk “mengkudeta pemerintahan resmi Hamas”. Dan terjadilah pertempuran darah antara kelompok Hamas dan Fatah.

Kini Fatah menguasai wilayah Tepi Barat dan Hamas menguasai sepenuhnya Gaza. Maka jadilah Palestina terpecah dua.

Kondisi ini memaksa masing-masing pemerintah di Tepi Barat atau Gaza untuk menghidupi wilayahnya sendiri – sendiri.

Presiden Mahmud Abbas yang menguasai Tepi Barat sibuk mencari bantuan ke Amerika, Uni Eropa dan negara-negara kapitalis lain yang menginginkan Sekulerisme.

Begitu juga dengan duta-duta Hamas berkeliling ke negeri-negeri Islam untuk mencari bantuan bagi masyarakat Palestina.

Pecahnya Palestina saat ini, tidak bisa dilepaskan dari campur tangan Amerika cs dalam melakukan pemboikotan ekonomi besar-besaran saat itu yang memang mengingikkan kehancuran masyarakat Islam Palestina .

Amerika yang telah mengkategorikan Hamas sebagai organisasi teroris, terus berupaya agar Hamas makin terpojok dan tidak mendapat simpati dari rakyat Palestina.

Di tengah-tengah masyarakat yang lapar, tentu emosi mudah disulut dan terjadilah perpecahan Hamas dan Fatah.

Ibnul Qayyim berkata, “Wajib berjihad dengan harta sama seperti kewajiban berjihad dengan nyawa. Ini merupakan salah satu dari dua pendapat Ahmad. Dan pendapat inilah yang benar tanpa diselubungi keraguan sedikit pun.

Perintah berjihad dengan harta merupakan saudara kandung dan pasangan perintah berjihad dengan nyawa dalam Al-Qur`an, bahkan selalu disebutkan lebih dulu daripada jihad dengan nyawa dalam setiap ayat yang mencantumkannya, kecuali pada satu ayat saja.

Hal ini menunjukkan bahwa jihad dengan harta lebih penting dan mendesak ketimbang jihad dengan nyawa.

Tidak diragukan lagi, jihad dengan harta adalah salah satu dari dua jihad yang ada, sebagaimana dinyatakan oleh Nabi saw :

“Siapa yang memberangkatkan (mendanai) orang yang berperang di jalan Allah, berarti dia juga ikut berperang.”(HR Bukhari)

Menurut Takruri, setiap orang yang mampu secara ekonomi wajib berjihad dengan hartanya sebagaimana orang yang mampu secara fisik wajib berjihad dengan fisiknya.

Jihad fisik tidak mungkin terlaksana tanpa ketersediaan dana. Kemenangan dalam perang tidak mungkin diraih tanpa pasukan dan perbekalan. Jika tidak mungkin memperbanyak jumlah pasukan maka harus memperbanyak perbekalan dan dana.

Haji wajib dikerjakan. Tetapi bagi orang yang tidak sanggup mengerjakannya dengan fisik, apabila dia memiliki harta, maka kewajiban berjihad dengan harta lebih utama dan mendesak [daripada haji].

Sementara itu Imam al-Juwaini menyatakan bahwa “bila musuh menyerang, maka jihad nyawa lebih utama dari harta”. dan, “Apabila orang-orang kafir menyerang wilayah Islam, maka seluruh ulama sepakat, jatuhlah fardhu `ain bagi seluruh kaum Muslimin untuk segera bangkit dan menyerbu guna mengusir mereka, baik secara berkelompok maupun sendiri-sendiri”.

Ketika hal ini merupakan ajaran agama dan pandangan para ulama terkemuka, maka apa arti harta berbanding serangan gencar lawan, disaat memang sangat dibutuhkan? Seluruh kekayaan dunia ini, bila ditimbang dengan setetes darah saja, maka tidak akan sebanding atau seimbang.

Ketika kondisi ini terjadi, nyawa harus direlakan menyongsong kematian. Dan, dalam upaya membela diri, harus siap dengan segala risiko yang dapat merenggut nyawa dan berhadapan musuh.

Ketika seorang Muslim berjihad dengan hartanya, berarti dia telah memenuhi seruan Allah SWT. untuk menunaikan kewajiban tersebut.

Sebaliknya, jika malah menghindar dan kikir, berarti dia telah melanggar kewajiban yang ditetapkan Allah SWT. dan tidak menjalankan kewajiban semestinya, sama seperti ketika tidak menjalankan kewajiban-kewajiban agama lainnya.

Siapa yang berbeda pendapat dalam masalah ini, maka dia telah berbuat zhalim atau aniaya. Ketika darah bersimbah di ujung dan mata pedang, maka harta sama sekali tidak berharga…”

Firman Allah dalam Al-Quran :

Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.(QS : Ath-Thalaq : 7).

Saat ini Ummat Islam sebenarnya sedang diserang dalam berbagai sisi, aqidah, budaya, ekonomi, pendidikan, sistim kehidupan dll. namun kita tidak menyadarinya, bahwa ada sebuah konfigurasi yang ingin merusak dan menghancurkan kekuatan dan sistim syariat Islam secara sistimatis oleh kelompok dan orang-orang yang tidak senang dengan Islam.

Maka untuk itu kita harus Berjihat lewat jalur Politik dengan jiwa dan harta kita untuk meraih kekuasaan guna menegakkan syariat Allah di muka bumi Allah ini sebagai suatu kewajiban bagi kita yang mengaku beriman kepada Allah. Terkecuali pengakuan kita itu hanya dimulut saja, atau mungkin kita sudah merupakan bahagian dari penghancur dan melawan Syariat Alllah itu sendiri dan merupakan musuh Allah dari dalam Islam itu sendiri.

VISI MISSI POLITIK PARTAI BULAN BINTANG

PBB didirikan 17 Juli 1998 berasaskan Islam merupakan penerus perjuangan dari Partai MASYUMI dengan Visi Missi Perjuangan Tegaknya Syariat Islam dalam sistim Pemerintahan di Indonesia terutama bagi Ummat Islam sendiri.

PARTAI Bulan Bintang adalah persyarikatan yang berakidah dan berasaskan Islam (AD,Pasal 2). Ini berarti bahwa Islam menjadi dasar keyakinan baik sebagai sumber kebenaran maupun sebagai sumber nilai dan norma di dalam setiap aktivitas persyarikatan. Sumber kebenaran Islam yaitu Allah SWT. “Kebenaran (mutlak) itu adalah yang bersumber dari Rabb (Tuhan Pencipta, Penata dan Penyempurna) kamu, maka jangan kamu termasuk orang-orang yang ragu” sebagai mana Firman Allah SWT.

Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. (QS : Baqarah:147).

Partai Bulan Bintang sangat menyadari bahwa memperjuangkan tegaknya Syariat Islam itu adalah kewajiban bagi Ummat Islam untuk itu perlu didirikan sebuah lembaga atau organisasi politik untuk memperjuangkan itu.

Partai Bulan Bintang juga mennyadari bahwa dengan dipakainya Syariat Allah dalam sistim pemerintahan akan membarikan kemakmuran dan keadilan yang sempurna bagi Rakyat Indonesia.

Karena Indonesia merupakan Rahmat Allah SWT yang luar biasa kepada Rakyar dan bangsa Indonesia maka untuk memaksimalkan serta meluruskan pengelolaan masyarakan dan kekayaan alamnya haruslah dengan aturan Allah.

Menjaga keutuhan dan kesatuan Bangsa Indonesia dalam NKRI adalah menjadi salah satu tujuan utama perjuangan PBB.

Pendiri Masyumi dan PBB sangat menyadari bahwa tidak akan mungkin Syariat Islamm itu akan tegak di Negara Indonesia yang dari awal sudah mengadopsi sistim Demokrasi Barat tanpa perjuangan melalui Politik.

Platform Partai Bulan Bintang adalah persyarikatan yang berakidah dan berasaskan Islam. Ini berarti bahwa Islam menjadi dasar keyakinan baik sebagai sumber kebenaran maupun sebagai sumber nilai dan norma di dalam setiap aktivitas persyarikatan.

Bagi Partai Bulan Bintang kebenaran itu mutlak terhimpun di dalam Kitab Suci-Nya, yaitu Al-Qur’anul Karim yang berfungsi sebagai pedoman dan ukuran (mizan) Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur,an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda/ukuran antara yang haq dan yang bathil Sebagai mana Firman Allah SWT. :

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS : Al-Baqarah:185).

Maka untuk itulah Perlunya didirikan sebuah Partai yang berasaskan Islam dan memperjuangkan tegaknya syariat Islam di Negara ini.

Dengn berpegang teguh pada aqidah dan tuntunan agama Islam sebagai khittah, persyarikatan bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia berdasarkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, yaitu masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, sejahtera lahir dan batin, adil dan makmur yang merata serta maju, berkhidmat dan bertanggung jawab bagi kepentingan rakyat, bangsa dan negaranya dengan penuh ampunan dan ridha Allah SWT.

Firman Alla SWT. :

“Katakanlah: “Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA”. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS : At-Taubah : 24)

“Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat- Malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.” (QS : Al-An’am (6): 61)

PROGRAM KHUSUS PERJUANGAN PBB

Program khusus yang dikembangkan Partai Bulan Bintang, di antaranya bidang kenegaraan/pemerintahan (dalam negeri), yaitu negara Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republik yang merdeka dan berdaulat serta menempatkan hukum di atas segala aspek kehidupan, yang dikenal dengan istilah negara hukum, namun harus merujuk kepada hukum Allah sebagai sumber hukum yang lebih tertinggi.

Selain itu, memberdayakan / memfungsikan lembaga legislatif, dengan cara memperjelas ruang lingkup dan kewenangan serta memisahkan kedudukan Ketua MPR dan DPR sehingga semuanya dapat berjalan sesuai fungsi dan tugas masing–masing.

PBB mendorong pengembangan otonomi daerah yang diperluas dan berimbang serta mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta dibuka peluang untuk dilakukan audit oleh akuntan publik atas kekayaan pejabat-pejabat negara.

Afrijon Ponggok

Wakil Ketua / Ketua KAPPU PBB

Provinsi Riau

20131009-041531.jpg

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 8, 2013 in Politik

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: