RSS

KHITTAH PERJUANGAN PARTAIBULAN BINTANG

KHITTAH PERJUANGAN PARTAIBULAN BINTANG

Dia telah mensyari’atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) Nya orang yang kembali (kepada-Nya)”. (QS : Asy Syura:13)

POLITIK

PENGERTIAN POLITIK

Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.

Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.

Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun non konstitusional.

Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:

  1. politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
  2. politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
  3. politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
  4. politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.

PARTAI POLITIK

PENGERTTIAN PARTAI POLITIK

Sebuah partai politik adalah organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu atau dibentuk dengan tujuan khusus.

Definisi lainnya adalah kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama.

Tujuan kelompok ini ialah untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik – (biasanya) dengan cara konstitusionil – untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka.

Sigmund Neumann: Partai Politik adalah organisasi dari aktivis-aktivis Politik yang berusaha untuk menguasai kekuasan pemerintah serta merebut dukungan rakyat atas dasar persaingan melawan golongan-golongan lain yang tidak sepaham.

Miriam Budiardjo: Partai Politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai dan cita-cita yang sama dengan tujuan memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik (biasanya), dengan cara konstitusional guna melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka.

POLITIK DAN KEKUASAAN

Partai Politik dan Kekuasaan

Berdasarkan pemahaman yang seperti itu, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada satupun Partai Politik didirikan tanpa tujuan yang berkaitan dengan kekuasaan pemerintahan.

Dengan demikian, keberadaan partai politik dalam kehidupan ketatanegaraan modern tidak lain adalah untuk mewujudkan tatanan kehidupan kenegaraan yang lebih beradab.

Hal ini disebabkan dalam sejarahnya, perebutan kekuasaan pemerintahan dalam suatu negara sering dilakukan dengan cara kekerasan dan pertumpahan darah.

Menurut UU No. 2 tahun 2008 tentang Partai Politik disebutkan bahwa Partai Politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Jika kita simak lebih mendalam pengertian ini, maka cita-cita yang pertama kali diemban oleh Partai politik tidak lain dan tidak bukan adalah memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota.

Baru kemudian memperjuangkan masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tujuan yang demikian inilah mengakibatkan orientasi partai politik tidak lain adalah kekuasaan.

Menurut Johan Galtung ada 2 dimensi sifat kekuasaan :

  1. dimensi yang mempesona
  2. dimensi yang menakutkan.
  3. Kekuasaan yang mempunyai sifat konteks dimensi mempesona karena dengan kekuasaan itu orang atau kelompok orang akan memperoleh berbagai fasilitas baik materiil maupun moril, dan sekaligus dengan kekuasaan yang dimiliki tersebut akan dapat mengendalikan chaos (kesemrawutan) di dalam masyarakat.
  4. Sedangkan dimensi sifat yang menakutkan karena kekuasaan itu cenderung untuk disalahgunakan, menindas, manipulatif yang pada akhirnya sering menyengsarakan masyarakat baik secara individual maupun struktural.

POLITIK ISLAM

Bila dicermati dalam kacamata Islam, peran dan tugas parpol sangat luas. Pertama, parpol wajib mengoreksi penguasa.

Keberadaan parpol dalam Islam memiliki tugas atau kewajiban sesuai dengan yang ditentukan oleh Allah yakni mendakwahkan Islam dan melakukan amar makruf nahi mungkar. Sebagai mana Firman Allah SWT. :

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS : Ali Imran : 104).

Di tangan penguasalah puncak kemakrufan atau kemungkaran.

Karena itu, fungsi utama amar makruf dan nahi mungkar bersentuhan langsung dengan pihak penguasa.

Rasulullah SAW bersabda: Pemuka para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthalib dan seseorang yang berdiri di hadapan penguasa zalim untuk melakukan amar makruf nahi mungkar kepadanya, lalu penguasa tersebut membunuhnya. (HR al-Hakim).

Hadits ini menunjukkan bahwa tugas parpol adalah melakukan koreksi terhadap penguasa.

Jika dalam perjalanan kekuasaannya penguasa melakukan penyimpangan maka tugas dan kewajiban parpol Islam untuk meluruskannya agar sesuai dengan sistem (hukum) Islam.

Fungsi perbaikan (ishlâh) hanya dapat dipahami dalam konteks penguasa memang diangkat berdasarkan sistem (hukum) Islam dan dalam rangka menerapkan hukum Allah SWT.

Namun, jika penguasa diangkat berdasarkan sistem (hukum) kufur yang mengatur masyarakatnya maka yang dilakukan parpol Islam adalah perubahan total (taghyîr).

Bukankah pada masa Rasulullah, seluruh langkah parpol Islam di kota Makkah bersifat taghyîr (perubahan total), bukan ishlâh (perubahan parsial)? Inilah seharusnya jalan yang ditempuh oleh seluruh parpol Islam di seluruh negeri-negeri Muslim.

(Inilah Sunnah Nabi).

Parpol dalam Islam harus membina kesadaran politik masyarakat.

Setiap peristiwa di tengah masyarakat tidak selalu murni tanpa rekayasa.

Sebagian peristiwa boleh jadi by design.

Pada hakikatnya, situasi politik lokal, regional, dan internasional terjadi mengikuti mainstream dari sebuah kebijakan politik.

Umat harus mengamati dan memahami semua kejadian tersebut dari sudut pandang Islam.

Inilah yang disebut dengan kesadaran politik Islam.

Pada masa lalu, Rasulullah melakukan aktivitas membangun struktur kelompok terpilih yang beranggotakan para Sahabat.

Rasulullah membina mereka secara langsung sehingga mereka memiliki kepribadian Islam yang kokoh.

Mereka dipersiapkan sebagai pilar-pilar yang akan menjadi penopang ketika masyarakat dan Daulah Islam (Khilafah) terbentuk.

Di samping itu, pembinaan secara umum kepada masyarakat dilakukan dengan melontarkan opini umum tentang ajaran Islam, merespon berbagai persoalan kemasyarakatan, membongkar persekongkolan dan rekayasa jahat orang-orang kafir terhadap ajaran Islam dan kaum Muslim, dan sebagainya. Semua itu adalah bagian dari tahapan dan proses yang dijalin oleh Rasulullah SAW dengan tuntunan wahyu Allah SWT dalam politik Islam.

Parpol Islam berupaya mewujudkan dan menjaga tegaknya Islam.

Parpol Islam sejati tidak boleh terbuai dengan wacana demokrasi dan pemilu yang terbukti hanya fatamorgana serta omong kosong tanpa makna.

Pada masa lalu, Rasulullah dan para sahabat mendakwahkah Islam, sekaligus melakukan aktivitas politik yang bertujuan mendirikan Daulah Islam.

Dengan aktivitas politik sistematis yang ditempuh Rasulullah dan para sahabat, akhirnya berdiri Daulah Islam di kota Madinah.

Seluruh aktivitas dakwah Rasulullah dan para sahabat merupakan rangkaian aktivitas politik dan dengan aktivitas ini pula Negara Madinah terwujud.

Di masa sekarang, ketika Islam tidak diterapkan, tugas dan kewajiban partai politik Islam adalah merealisasikan ide-ide Islam dalam seluruh aspek kehidupan.

Mau tidak mau, parpol Islam harus memiliki bangunan yang jelas dan terarah.

Pertama, dibangun di atas dasar ideologi. Parpol ini mengusung ideologi Islam, yakni Islam sebagai sistem hidup, sistem hukum, dan sistem pemerintahan.

Dengan kata lain, mereka mengemban Islam yang bersifat ideologis dan politis.

Karenanya, seluruh aktivitas parpol terikat dengan panduan hukum-hukum Islam.

Parpol Islam harus bersifat universal; tidak berasaskan kesukuan, kelompok, kebangsaan, atau mazhab tertentu.

Ini sesuai dengan universalitas Islam yang tidak mengistimewakan orang Arab maupun ‘ajam (non-Arab). Selain itu, parpol Islam berjuang untuk menegakkan Islam dan untuk kemaslahatan kaum Muslim tidak dibatasi hanya untuk satu negeri tertentu saja, seraya melupakan negeri-negeri Islam lainnya.

Jika ini yang terjadi, berarti parpol Islam tersebut mendasarkan aktivitasnya pada nasionalisme/kebangsaan (‘ashabiyyah); satu perkara yang dibenci oleh Rasulullah saw.

Selain itu, keberhasilan parpol Islam dalam perjuangannya ditentukan oleh tiga hal.

Pertama, ide dasar (fikrah) maupun metode (tharîqah)-nya bersifat ideologis, jelas, dan tegas hingga ke bagian-bagian yang terkecilnya. Tidak ada kesamaran sedikitpun di dalamnya.

Prinsip-prinsip ini tidak dapat ditoleransi dan ditawar-tawar lagi. Suatu ketika Rasulullah saw. dibujuk rayu dan diancam oleh kaum musyrik kota Makkah agar beliau meninggalkan prinsip-prinsip yang menjadi fikrah Islam dan menanggalkan jalan (tharîqah) dakwahnya (yang disampaikan melalui pamannya). Dengan tegas Rasulullah saw. menjawab:

Demi Allah, seandainya matahari diletakkan di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar aku menanggalkan perkara (dakwah) ini, aku tidak akan meninggalkannya hingga agama ini tegak atau aku mati karena (membela jalan)-nya. (HR Ibnu Hisyam).

Parpol Islam manapun yang menyimpang, meskipun hanya sedikit, dari metode (yang pernah dijalankan) Rasulullah saw. pasti akan tersungkur dan akhirnya terjebak dalam lingkaran sistem kufur.

Kedua, parpol Islam bertumpu pada orang-orang yang memiliki kesadaran politik yang benar, berniat hanya untuk memperjuangkan Islam dan kaum Muslim, serta hanya mencari keridhaan Allah saja.

Rasa takutnya hanya kepada Allah semata, bukan terhadap makhluk-makhluk-Nya.

Tentu saja, dengan catatan sebuah parpol Islam harus mengedepankan kepemimpinan ideologis (qiyâdah fikriyyah)-nya dan berupaya jangan sampai muncul benih-benih figuritas atau paternalistik yang bisa menghancurkan parpol itu sendiri serta akan merusak kemurnian ide maupun metode.

Ketiga, ikatan yang menjalin anggota parpol, simpatisan, maupun para pendukungnya adalah ikatan (akidah) Islam. Hubungan mereka dilandasi ukhuwah islamiyah, satu dengan yang lainnya adalah laksana saudara sebagai mana Firman Allah SWT. :

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (QS : Al-Hujurat : 10).

Tanpa memenuhi persyaratan tersebut, parpol Islam akan senantiasa mengalami kegagalan.

Untuk itu kepada segenap kader Partai Bulan Bintang mari kita meluruskan nawaitu kita dalam mejalankan perjuangan kita melalui politik ini hanyalah semata karean ingin tegaknya Agama Allah dimuka bumi ini terutama di Negara yang kita cintai ini, dan mari kita rapatkan barisan kita untuk bersatu serta bersama sama memberikan penjelasan pengertian dan pendidikan politik yang benar kepada masyarakat kita terutama ummat Islam di daerah kita.

Hukum wajib berjihad bagi kaum Muslimin

Sekalipun bagaimana keluasan arti ”jihad” sepanjang pimpinan Islam (Qur’an dan Sunnah), namun hukum wajib berjihad bagi kaum Muslimin tetap berlaku di sepanjang masa dan dimana saja berada.

Karena tidak di dapat satu keteranganpun baik dari Al-Qur-an maupun dari hadits shahih yang menunjukkan bahwa hukum jihad telah di hapuskan. Mengapa demikian?

Karena orang-orang kafir, orang-orang Musyrik dan orang-orang yang merintangi/mengganggu tersiarnya da’wah Islamiyah tetap ada dan selalu berusaha akan memusnahkan ruh Islam dan memadamkan cahaya Islam dari muka bumi ini.

Sedang sejak perintah jihad diturunkan kepada kaum Muslimin, adalah untuk memelihara keamanan dakwah Islamiyah, untuk mempertahankan kebenaran Islam dan untuk menjaga ketegakan hukum ALLAH dimuka bumi Allah ini.

Disamping itu, kewajiban berjihad itu mengandung pimpinan untuk menguji orang-orang yang telah mengaku beriman kepada Allah, agar dapat diketahui mana orang yang beriman dengan sebenarnya dan mana orang yang beriman pada bibirnya saja, sebagai mana Firman Allah :

”Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi(pula)kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu ; ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”( QS : Al Baqarah : 216)

Menurut keterangan para ahli tafsir yang terkemuka ; inilah ayat yang mula-mula sekali diturunkan untuk mewajibkan kepada kaum Muslimin supaya berperang, yaitu pada tahun ke II dari Hijrah Nabi Muhammad s.a.w. di Madinah.

Ayat lain yang menganjurkan kita untuk berjihat adalah :

Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan nyawa mereka di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS : Al-Hujurat : 15)

Rasulullah SAW juga bersabda :

”Man qaatala litakuuna kalimatullah hiyal ‘ulyaa fahuwa fii sabiilillah’‘

”Barangsiapa berperang dengan tujuan supaya adalah Kalimat ALLAH yang tertinggi, maka ia itu berperang di jalan ALLAH.” (Hadits Riwayat Al Bukhari, Muslim dari Abi Musa r.a.)

Dalam hadits ini jelas menunjukkan ”berperang dengan tujuan agar Kalimah ALLAH yang tertinggi”. Ituadalah Jihat.

Tegasnya : Agar agama ALLAH tidak akan ada yang merintangi dan hukum ALLAH tidak akan ada yang berani mengganggu-gugat lagi.

Dengan kata lain bahwa orang yang berperang dengan tujuan yang selain dari yang tersebut, tidaklah dapat dikatakan berperang di jalan ALLAH.

Merebut kekuasaan dizaman Rasulullah, zaman sahabat, dan zaman ke Khalifahan adalah melalui Perang karena pada zaman itu belum ada politik, walaupun sebenarnya sistim politik itu dipopulerkan oleh Barat dan Sekulerisme adalah untuk melawan dan menghancurkan sistim kekhalifahan (Daulah Islamiah) dan Jihat ummat islam dalam merebut kekuasaan yang tidak dapat dilawan oleh Barat dan Sekuler.

Pada zaman ini terutama di Negara-negara yang telah menganut Demokrasi Barat yang lebih cendrung kepada sekuleritas dalam sistim pemerintahan mau tidak mau kita harus ikut berpolitik dengan menegakkan Politik Islam inilah Jhat kita saat ini, bagai mana caranya Partai yang berusaha menegakkan Syariat Allah bisa berkuasa untuk melawan Politik barat dan sekulerisme.

Karena Berjihat adalah wajib hukumnya maka saat ini memperjuangkan Politik Islam (masuk Partai yang memperjuangkan Syariat Islam) hukumnya juga adalah wajib, karena melalui politiklah kiat bisa berjuang menegakkan Agama Allah di muka Bumi Allah ini.

Karena kalau tidak maka Ummat Islam akan tetap tertindas dan syariat Islam akan semakin hilang dari hati masyarakat kita, tingkat kekufuran dan kemungkaran akan semakin merajalela dam pelaksanaan syariat akan semakin lemah.

BERRJIHAT DENGAN HARTA

Untuk mencapai cita-citanya, Yahudi mendirikan lembaga pengumpulan dana. Tapi untuk mendukung Perjuangan Palestina dan perjuangan ummat Ialam lainnya, kita enggan mengeluarkan harta kita, termasuk untuk perjuangan Partai Islam dalam menegakkan Agama Allah di Indonesia.

Ketika Hamas memenangkan Pemilu tahun 2006 lalu di Palestina, Amerika dan negara-negara Eropa melakukan pemboikotan besar-besaran dana ke Palestina.

Rakyat Palestina kelaparan dan pemerintah Palestina yang dikuasai Hamas saat itu, sibuk ke sana kemari mencari dana bantuan alternatif ke negara-negara Timur Tengah dan lainnya.

Di tengah-tengah kondisi ekonomi yang morat-marit itulah kemudian Amerika mendukung salah satu faksi di Palestina untuk “mengkudeta pemerintahan resmi Hamas”. Dan terjadilah pertempuran darah antara kelompok Hamas dan Fatah.

Kini Fatah menguasai wilayah Tepi Barat dan Hamas menguasai sepenuhnya Gaza. Maka jadilah Palestina terpecah dua.

Kondisi ini memaksa masing-masing pemerintah di Tepi Barat atau Gaza untuk menghidupi wilayahnya sendiri – sendiri.

Presiden Mahmud Abbas yang menguasai Tepi Barat sibuk mencari bantuan ke Amerika, Uni Eropa dan negara-negara kapitalis lain yang menginginkan Sekulerisme.

Begitu juga dengan duta-duta Hamas berkeliling ke negeri-negeri Islam untuk mencari bantuan bagi masyarakat Palestina.

Pecahnya Palestina saat ini, tidak bisa dilepaskan dari campur tangan Amerika cs dalam melakukan pemboikotan ekonomi besar-besaran saat itu yang memang mengingikkan kehancuran masyarakat Islam Palestina .

Amerika yang telah mengkategorikan Hamas sebagai organisasi teroris, terus berupaya agar Hamas makin terpojok dan tidak mendapat simpati dari rakyat Palestina.

Di tengah-tengah masyarakat yang lapar, tentu emosi mudah disulut dan terjadilah perpecahan Hamas dan Fatah.

Ibnul Qayyim berkata, “Wajib berjihad dengan harta sama seperti kewajiban berjihad dengan nyawa. Ini merupakan salah satu dari dua pendapat Ahmad. Dan pendapat inilah yang benar tanpa diselubungi keraguan sedikit pun.

Perintah berjihad dengan harta merupakan saudara kandung dan pasangan perintah berjihad dengan nyawa dalam Al-Qur`an, bahkan selalu disebutkan lebih dulu daripada jihad dengan nyawa dalam setiap ayat yang mencantumkannya, kecuali pada satu ayat saja.

Hal ini menunjukkan bahwa jihad dengan harta lebih penting dan mendesak ketimbang jihad dengan nyawa.

Tidak diragukan lagi, jihad dengan harta adalah salah satu dari dua jihad yang ada, sebagaimana dinyatakan oleh Nabi saw :

“Siapa yang memberangkatkan (mendanai) orang yang berperang di jalan Allah, berarti dia juga ikut berperang.”(HR Bukhari)

Menurut Takruri, setiap orang yang mampu secara ekonomi wajib berjihad dengan hartanya sebagaimana orang yang mampu secara fisik wajib berjihad dengan fisiknya.

Jihad fisik tidak mungkin terlaksana tanpa ketersediaan dana. Kemenangan dalam perang tidak mungkin diraih tanpa pasukan dan perbekalan. Jika tidak mungkin memperbanyak jumlah pasukan maka harus memperbanyak perbekalan dan dana.

Haji wajib dikerjakan. Tetapi bagi orang yang tidak sanggup mengerjakannya dengan fisik, apabila dia memiliki harta, maka kewajiban berjihad dengan harta lebih utama dan mendesak [daripada haji].

Sementara itu Imam al-Juwaini menyatakan bahwa “bila musuh menyerang, maka jihad nyawa lebih utama dari harta”. dan, “Apabila orang-orang kafir menyerang wilayah Islam, maka seluruh ulama sepakat, jatuhlah fardhu `ain bagi seluruh kaum Muslimin untuk segera bangkit dan menyerbu guna mengusir mereka, baik secara berkelompok maupun sendiri-sendiri”.

Ketika hal ini merupakan ajaran agama dan pandangan para ulama terkemuka, maka apa arti harta berbanding serangan gencar lawan, disaat memang sangat dibutuhkan? Seluruh kekayaan dunia ini, bila ditimbang dengan setetes darah saja, maka tidak akan sebanding atau seimbang.

Ketika kondisi ini terjadi, nyawa harus direlakan menyongsong kematian. Dan, dalam upaya membela diri, harus siap dengan segala risiko yang dapat merenggut nyawa dan berhadapan musuh.

Ketika seorang Muslim berjihad dengan hartanya, berarti dia telah memenuhi seruan Allah SWT. untuk menunaikan kewajiban tersebut.

Sebaliknya, jika malah menghindar dan kikir, berarti dia telah melanggar kewajiban yang ditetapkan Allah SWT. dan tidak menjalankan kewajiban semestinya, sama seperti ketika tidak menjalankan kewajiban-kewajiban agama lainnya.

Siapa yang berbeda pendapat dalam masalah ini, maka dia telah berbuat zhalim atau aniaya. Ketika darah bersimbah di ujung dan mata pedang, maka harta sama sekali tidak berharga…”

Firman Allah dalam Al-Quran :

Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.(QS : Ath-Thalaq : 7).

Saat ini Ummat Islam sebenarnya sedang diserang dalam berbagai sisi, aqidah, budaya, ekonomi, pendidikan, sistim kehidupan dll. namun kita tidak menyadarinya, bahwa ada sebuah konfigurasi yang ingin merusak dan menghancurkan kekuatan dan sistim syariat Islam secara sistimatis oleh kelompok dan orang-orang yang tidak senang dengan Islam.

Maka untuk itu kita harus Berjihat lewat jalur Politik dengan jiwa dan harta kita untuk meraih kekuasaan guna menegakkan syariat Allah di muka bumi Allah ini sebagai suatu kewajiban bagi kita yang mengaku beriman kepada Allah. Terkecuali pengakuan kita itu hanya dimulut saja, atau mungkin kita sudah merupakan bahagian dari penghancur dan melawan Syariat Alllah itu sendiri dan merupakan musuh Allah dari dalam Islam itu sendiri.

VISI MISSI POLITIK PARTAI BULAN BINTANG

PBB didirikan 17 Juli 1998 berasaskan Islam merupakan penerus perjuangan dari Partai MASYUMI dengan Visi Missi Perjuangan Tegaknya Syariat Islam dalam sistim Pemerintahan di Indonesia terutama bagi Ummat Islam sendiri.

PARTAI Bulan Bintang adalah persyarikatan yang berakidah dan berasaskan Islam (AD,Pasal 2). Ini berarti bahwa Islam menjadi dasar keyakinan baik sebagai sumber kebenaran maupun sebagai sumber nilai dan norma di dalam setiap aktivitas persyarikatan. Sumber kebenaran Islam yaitu Allah SWT. “Kebenaran (mutlak) itu adalah yang bersumber dari Rabb (Tuhan Pencipta, Penata dan Penyempurna) kamu, maka jangan kamu termasuk orang-orang yang ragu” sebagai mana Firman Allah SWT.

Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. (QS : Baqarah:147).

Partai Bulan Bintang sangat menyadari bahwa memperjuangkan tegaknya Syariat Islam itu adalah kewajiban bagi Ummat Islam untuk itu perlu didirikan sebuah lembaga atau organisasi politik untuk memperjuangkan itu.

Partai Bulan Bintang juga mennyadari bahwa dengan dipakainya Syariat Allah dalam sistim pemerintahan akan membarikan kemakmuran dan keadilan yang sempurna bagi Rakyat Indonesia.

Karena Indonesia merupakan Rahmat Allah SWT yang luar biasa kepada Rakyar dan bangsa Indonesia maka untuk memaksimalkan serta meluruskan pengelolaan masyarakan dan kekayaan alamnya haruslah dengan aturan Allah.

Menjaga keutuhan dan kesatuan Bangsa Indonesia dalam NKRI adalah menjadi salah satu tujuan utama perjuangan PBB.

Pendiri Masyumi dan PBB sangat menyadari bahwa tidak akan mungkin Syariat Islamm itu akan tegak di Negara Indonesia yang dari awal sudah mengadopsi sistim Demokrasi Barat tanpa perjuangan melalui Politik.

Platform Partai Bulan Bintang adalah persyarikatan yang berakidah dan berasaskan Islam. Ini berarti bahwa Islam menjadi dasar keyakinan baik sebagai sumber kebenaran maupun sebagai sumber nilai dan norma di dalam setiap aktivitas persyarikatan.

Bagi Partai Bulan Bintang kebenaran itu mutlak terhimpun di dalam Kitab Suci-Nya, yaitu Al-Qur’anul Karim yang berfungsi sebagai pedoman dan ukuran (mizan) Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur,an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda/ukuran antara yang haq dan yang bathil Sebagai mana Firman Allah SWT. :

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS : Al-Baqarah:185).

Maka untuk itulah Perlunya didirikan sebuah Partai yang berasaskan Islam dan memperjuangkan tegaknya syariat Islam di Negara ini.

Dengn berpegang teguh pada aqidah dan tuntunan agama Islam sebagai khittah, persyarikatan bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia berdasarkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, yaitu masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, sejahtera lahir dan batin, adil dan makmur yang merata serta maju, berkhidmat dan bertanggung jawab bagi kepentingan rakyat, bangsa dan negaranya dengan penuh ampunan dan ridha Allah SWT.

Firman Alla SWT. :

“Katakanlah: “Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA”. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS : At-Taubah : 24)

“Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat- Malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.” (QS : Al-An’am (6): 61)

PROGRAM KHUSUS PERJUANGAN PBB

Program khusus yang dikembangkan Partai Bulan Bintang, di antaranya bidang kenegaraan/pemerintahan (dalam negeri), yaitu negara Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republik yang merdeka dan berdaulat serta menempatkan hukum di atas segala aspek kehidupan, yang dikenal dengan istilah negara hukum, namun harus merujuk kepada hukum Allah sebagai sumber hukum yang lebih tertinggi.

Selain itu, memberdayakan / memfungsikan lembaga legislatif, dengan cara memperjelas ruang lingkup dan kewenangan serta memisahkan kedudukan Ketua MPR dan DPR sehingga semuanya dapat berjalan sesuai fungsi dan tugas masing–masing.

PBB mendorong pengembangan otonomi daerah yang diperluas dan berimbang serta mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta dibuka peluang untuk dilakukan audit oleh akuntan publik atas kekayaan pejabat-pejabat negara.

Afrijon Ponggok

Wakil Ketua / Ketua KAPPU PBB

Provinsi Riau

20131009-041531.jpg

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 8, 2013 in Politik

 

Tag:

AFRIJON PONGGOK KATIK BASA BATUAH

Dalam suatu kunjungan ke China

Afrijon Ponggok

___________________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________________

Afrijon Ponggok (nama kecil) Katik Basa Batuah (gelar adat) adalah anak dari Ibu Nurmi bersuku Pisang / Tanjung
dan Ayah Mansur Bergelar Pakih Mangkuto bersuku jambak dari Kenagarian Batipuh Baruh Kecamatan Batipuh, dan Kenagarian Padang Lawas Malalo Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat Indonesia.

CURICULUM VITAE

Nama : H. Afrijon Ponggok
Tempat tanggal Lahir : Padang Lawas Malalo Kab. Tanah Datar Sumbar 11 April 1967
Alamat Sekarang : Jalan Ubaraya Perumahan Pandau Permai Blok A6 No. 9
Pekanbaru Riau
Pendidikan terakhir : S2 Komunikasi

Riwayat Pendidika Formal :

1. Sekolah Dasar Negri No.4 Malalo Tanah datar Sumbar
2. Madrasah Tsanawayah Muhammadiyah Padang Lawas Malalo Tanah Datar Sumbar
3. Madrasah Aliah Terbiyah Pariangan Batu Sangkar Tanah Datar Sumbar
4. STAI Alhikmah Pariangan Batu Sangkar Tanah Datar Sumbar Jurusan Komunikasi & Penyiaran Islam
5. Pasca Serjana (S2) Universitas Muhammadiyah Riau konsentrasi Komunikasi Politik

Riwayat Pendidikan Non Formal :

1. 1986 Pelatihan Pemasaran oleh AJB Bumi Putra 1912 Bukit Tinggi Sumbar.

Afrijon Ponggok

2. 1988 Pelatihan Agen Koordinator oleh AJB Bumi Putra Padang.
3. 1994 Pelatihan Kehumasan oleh Pemda Bengkalis Riau.
4. 1994 Pelatihan Pola Hubungan Industrian Pancasiala oleh Pemprof Riau.
5. 1996 Training Keprotokolan oleh Pemprof Riau.
6. 1997 Training Penanganan Media massa oleh Pemprof Riau
7. 1998 Training Penerapan Sistim Managemen K3 oleh Scovindo.
8. 1999 Traning Off Trainer (TOT) oleh PT Indah Kiat
9. 1999 Training Kehumasan dan keprotokolan oleh Pemprov Riau.
10. 2002 Training Teknik Penanganan Konflik oleh Sinarmas Training Center
11. 2003 Training Negotiation Skills oleh Supreme Learning International.
12. 2004 Training Outbond Teambulding Supreme Learning International.
13. 2007 Training Plantation Cultural oleh RGM, dll.

Training lain :

1. Training Teknik Menghadapi kasus lahan dalam Kawasan Hutan
2. Training Strategi Komonikasi effektif

Riwayat pekerjaan :

1. 1984-1985 Tenaga Pengajar Pada Madrasah Ibtidaiyah Labuatan Batusangkar Sumbar

Afrijon Ponggok

2. 1985-1991 AJB Bumi Putra 1912 Padang Panjang, Jabatan Terakir Agen Koordinator
3. 1991- PT Aldino Jaya Konstruktion Perawang Riau sebagai Pengawas lapangan
4. 1991-1993 PT Indah Kiat Riau sebagai operator
5. 1993-1995 PT Indah Kiat Riau sebagai Koordinator Media Relation
6. 1995-1997 PT Indah Kiat Riau sebagai Manage Commonity Development
7. 1997-2007 PT Indah Kiat & PT Arara Abadi (Sinar Mas Group) sebagai General Manager Public Relation.
8. 2005-2007 PT Arara Abadi Group Riau sebagai Forest Protection Head Wilayah Urata (Setingkat Direktur)
9. 2007-2008 PT Adindo Hutani Lestari Kaltim sebagai General Manager
10. 2008-2009 PT Sumatera Dinamika Utama Group sebagai Deputy Operational Head (Setingkat Vice Presiden Direktur)
11. 2009-2011 PT Sumatera Dinamika Utama (Raja Garuda Mas Group) sebagai Sosial, Security, Legal & License Head (Setingkat Direktur)
12. 2010- PT Bumi Riau Nusantara (Perkebunan Kelapa Sawit) Sebagai Direktur Utama

13. Tianjin Julong Group (Perkebunan Kelapa Sawit) sebagai General Manager Kalimantan Timur Area

Riwayat organisasi :

1. 1985-1987 Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Dakwah Alhikmah Pariangan Batusangkar
2. 1987-1989 Ketua Mapala STAI Alhikmah Pariangan Batusangkar Sumbar
3. 1997-1990 Ketu HMI STAI Paraiangan Batusangkar Sumbar
4. 1992-1998 Wakil Ketua MDI Tualang Perawang

Afrijon Ponggok

5. 1992-2006 Pembina IKMR Kabupaten Siak
6. 1998-2000 Ketua PAC Partai Bulan Bintang Kecamatan Siak
7. 2000-2005 Ketua DPC Partai Bulan Bintang Kabupaten Siak
8. 2000-2005 Ketua DPC Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kab. Siak
9. 2000-2003 Pengurus Badan Amil Zakat Propinsi Riau
10. 2000-2005 Bendahara KNPI Kabupaten Siak
11. 2000-2005 Ketua LPTQ Kecamatan Tualang Kab. Siak
12. 2002-2006 Wakil Ketua DPC Pemuda Pancasila Kabupaten Siak
13. 2004-2007 Wakil Bendahara KNPI Propinsi Riau
14. 2004-2008 Pegurus Perhimpunan Humas (Perhumas) Propinsi Riau
15. 2005-2007 Pengurus APINDO Propinsi Riau
16. 2006-2010 Wakil Bendahara Partai Bulan Bintang Propinsi Riau
17. 2005-2009 Ketua Forum Komunikasi Muballigh Propinsi Riau
18. 2007-2009 PLT Ketua DPC Partai Bulan Bintang Kabupaten Tana Tidung Kaltim
19. 2010-2015 Wakil Ketua Partai Bulan Bintang Propinsi Riau
20. 2010-2015 Ketua Komite Aksi Pemenangan Pemilihan Umum (KAPPU) PBB Riau
21. 2010-2015 Pembina Forim Komunikasi Artis dan Seniman Minang (FORKASMI) Riau
22. 2011-2016 Ketua Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia (IPPMI) DPW Riau
23. 2011-2016 Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat – Masyarakat Pencinta Adat dan Alam Minangkabau (LPM -
MARAPALAM)

Pengalaman lain :

1. Anggota DPRD terpilih Kabupaten Siak Priode 1999-2004 dari Partai Bulan Bintang (karena kerja
mengundurkan diri dan di PAW).
2. Calon Wakil Bpati SIak Priode 2001-2006 (dalam perjalanan mengundurkan diri)
3. Anggota DPRD Kabupaten terpilih Siak Priode 2004-2009 dari Partai Bulan Bintang (karena kerja
mengundurkan diri dan di PAW).
4. Ketua Tim Sukses Awang Faruq – Farij Wajdi Kabupaten Tana Tidung Kaltim pada Pilgub Kaltim 2008.

Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ditangani

1. Publik Relation (Pemerintahan, Media, LSM, Kampus, Tokoh masyarakat, Aparat Keamanann, dll)
2. Penanganan Kasus-kasus hukum (Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan)
3. Pelaksanaan Program Community Development
4. Pengurusan Perizinan Bidang Kehutanan
5. Penanganan Penyelesaian Klaim areal dikawasan Hutan
6. Pengamanan kawasan HTI (forest Protection)

Terima kasih

H. Afrijon Ponggok

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 8, 2011 in Uncategorized

 

PONGGOK DUSUN KELAHIRANKU

PONGGOK DUSUN KELAHIRANKU

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum WW.

Ponggok adalah tanah kelahiran saya, ini adalah sebuah dusun yang dihuni oleh satu kaum yang bersuku Pisang/Tanjung di Jorong Kubunan Limo Kanagarian Batipuah Baruah Kecamatan Batipuah Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat-Indonesia.

Secara geografis Ponggok yang terletak ditepi sunga Batang Arau lebih dekat ke Kota padang Panjang yang jaraknya hanyalah lebih kurang 4 km saja, dibandingkan dengan ke Batu Sangkar Ibu Kota Tanah Datar yang jaraknya lebih kurang 24 km.

Saat ini di Dusun Ponggok dihuni oleh 2 Suku yaitu Suku Pisang/Tanjung dan Suku Koto, masyarakat dua suku di ponggok ini satu sama lain saat ini telah bertalian kekeluargaan melalui perkawinan, jadi masyarakat disini umumnya adalah satu keluarga besar.

Kekerabatan kekeluargaan di Ponggok sampai saat ini masih sangat terjaga, masayarakat karean memanng asalnya adalah satu nenek dan makanya satu suku, dalam berbagai hal membangun nagari masyarkat masih bergotong royong dan dalam berbagai kegiatan selalu saja saling tolong menolong dengan memakai palsapah Minang “barek samo dipikua ringan samo dijinjiang, saciok bak ayam sadanciang bak basi”.

Untuk kegiatan Ibadah di Ponggok ini terdapat satu Surau yang bernama Nurul Falah Ponggok, surau ini dibangun melalui gotong royong, pada shalat magrib, isya dan subuh akan kita jumpai masyarakat tua muda berbondong bondong datang ke surau untuk menunaikan ibadah dan belajar mengaji.

__________________________________________________________________________________________________________________
__________________________________________________________________________________________________________________

Engla, Tari, Ridha, Daus, Ica, Ika

Anak anak Afrijon Ponggok

__________________________________________________________________________________________________________________
__________________________________________________________________________________________________________________

RIWAYAT SINGKAT AFRIJON PONGGOK

Saya adalah Anak kedua dari 8 bersaudara kandung dan 14 bersaudara se ayah.,

ORANG TUA:

Ayah kami Mansur Pakih Mangkuto

Ayah kami bernama Mansyur bergelar Pakiah Mangkuto dari suku Jambak yangjuga anak tertua dari 4 ber saudara yang berasal dari Jorong Kubu Nan Ampek Kanagarian Batipuh Baruh Kecamatan Batipuh Tanah Datar Sumatera Barat, nama Kakek kami dari ayah adalah Angku Andah orang memanggilnya, yang meninggal dunia sewaktu saya masih bayi, sedangkan nenek kami dari ayah bernama Lisah dan beliau meninggal dunia sewaktu saya masih berumur 4 tahun.

Ibu kami Nurmi

Ibu kami Jasna

Ibu kami bernama Nurmi dari Suku Pisang/Tanjung yang juga anak tertua dari 3 bersaudara yang berasal dari Jorong Kubu nan Limo Kenagarian Batipuh Baruh Kecamatan Batipuh Tanah Datar Sumatera Barat, kakek kami dari Ibu bernama Kiram Santan Batapih orang memanggilnya beliau meninggal dunia sewaktu saya masih berumur 7 tahun, sedangkan nenek kami dari Ibu bernama Lmina, beliau meninggal dunia pada tahun 1995.

Ibu kami yang kedua (Istri kedua Ayah kami) bernama Jasna bersuku Penyalai dari Jorong Tangah Dua Puluh Kenagarian Padang Lawas Malalo Kecamtan Batipuh Selatan Tanah Datar Sumbar (adik kandung dari KH Buya Taharuddin Labai Sutan, Kiyai 2 Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Malalo)

Ayah kami bersekolah hanya tamat sekolah Rakyat (SD) sedangkan Ibu hanya Tamat SMP, menurut mereka ini desebabkan pada masa itu banyak terjadi konfilik dan pergolakan taermasuk juga masa-masa transisi pemerintahan, namun kedua orang tua kami adalah orang-orang yang cerdas sehingga mereka termasuk orang yang berpikiran maju dan dapat mendidik kami dengan baik, walaupun hanya tamat SD dan SMP tetapi pengetahuannya melebihi orang tamat SMA dizaman saya.

Walaupun ayah kami beristri dua namun kehidupan kami sangat rukun dan damai, baik kedua ibu kami maupun kami sebagai anak-nanaknya, ayah kami cikup bijak dan pandai menyatukan kami semua walau dalam kehidupan berkekurangan sekalipun.
__________________________________________________________________________________________________________________

SAUDARA :

Dari 14 bersaudara kami yang hidup tinggal 11 orang dan saya menjadi anak yang tertua dalam keluarga karena pada usia 13 tahun kakak kami yang tertua meninggal dunia dan dua orang lainnya sauddara kami meninggal pada waktu masih bayi.

Walaupun kami dilahirkan dari rahim yang berbeda namun kami tidak pernah membedakan saudara dan ke tiga orang tua kami bagi kami semua kami adalah bersaudara kandung dan bagi kami ayah dan kedua ibu adalah sama, itulah yang diajarkan oleh ayah kami, kerukunan kekompakan saling pengertian satu sama lainnya.

Karena yang hidup saya adalah anak yang tertua maka saya harus menjadi komando dan pembimbing bagi adik adik saya semua tidak jarang saya selalu ikut membantu ayah dan ibu kami dalam memenuhi kebutuhan kami semua, karena itu pulalah saya menjadi orang yang terlatih dalam menghadapi berbagai tantangan dan rintangan hidup, ayah kami selalu mengajarkan kepada kami agar kami harus siap menghadapi hidup yang terpahit sekalipun, walapun sepengetahuan saya kamai tidak pernah mengalami terlalu sulit kehidupan karena sudah terlatih untuk bekerja keras.

Afrijon Ponggok Bersaudara

Dari Kiri ke kanan : Afrijon Ponggok, Masrijon, Armaizon, Yuliasman, Gusri Gusmianto, Habiburrahman (dari Ibu Nurmi) Halmi, Jusmiati, Surrahman, Delmadi, Gusti Sri Wahyuni (dari Ibu Jasna)

__________________________________________________________________________________________________________________

MASA KECIL (PRA SEKOLAH)

Pada waktu masih bayi saya sudah diboyong oleh orang tua kami merantau kecil dari Kenagarian Batipuh Baruk ke Kenagarian Padang Lawas Malalo, ini disebabkan sedikitnya peluang usaha dan terbatasnya sawah dan tanah yang akan digarap di Batipuh.

Padang Lawas Malalo adalah kampung halamanku yang lebih ku kenal karena disinilah aku dibesarkan dan diasuh menghadapi kehidupan ini oleh orang tua kami, disinilah aku tumbuh dan berkembang bersama teman sebaya dan seluruh lapisan masyarakatnya yang sangat ramah tamah, Bagiku kampungku adalah Padang lawas Malalo bukan Batipuh, batipuh hanyalah sekedar negeri asal orang tuaku karena disini masih sangat banyak family dan karib kerabatku.

Sebagai orang Minang wlaupun kami hanya merantau kecil namun kami tetap memenuhi tututan adat istiadat Minang yaitu kalau merantau ke negeri Minang maka kita hatrus malakok (melekat) kepada suatu suku di negeri itu, ini gunanya adalah agar kita bisa duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan masyarakat lainnya, agar kita juga ada mamak kepala adat / kepala suku untuk menaumi dan mengayomi kita, jadi karena di Padang Lawas Malalo tidang ada suku Pisang atau Tanjung maka kami melekat ke Suku Sikumbang/Sumagek sedangkan ayah kami karean di sini aada suku Jambak maka beliau tetap melekat ke suku jambak, dan sejak saat itu jadilah saya ibu dan adik-adik saya anak kemenakan Suku Sikumbang dibawah payung Datuk Rajo lelo dan Pengulu kaum Datuk Sinaro nan Putih.

Sebelum masuk SD saya sudah diajarkan oleh orang tua kami bertani dan beternak, masing masing kami anak-anaknya sudah dibagi tugas dan tanggung jawab masing masing dalam keluarga termasuk dalam memasak menyiapkan makanan untuk keluarga, usia 5 tahun saya sudah diajarkan bagai mana mencangkul sawah, mengembala ternak seperti sapi, kerbau, mencari makanan kambing dll.

Karena profesi ketiga orang tua kami adalah petani tulen maka kamipun tinggalnya di sawah bukan diperkampungan masyarakat yang bayak, kami tinggal dilereng sawah dikaki bukit yang sejuk dan indah didepan pondok kami terbentang persawahan yang subur dan diujungnya terhampar danau Singkarak yang menawan, setiap hatu kami dihibur dengan kicauan burung-burung yang beragam serta nyanyian hutan dan semak belukar yang ditiup angin, ketenangan, kedamaian, kesejukan, keharmonisan dan kerukunan yang tidak ternilai harganya yang saya rasakan, rasanya sekarang saya pingin kembali kemasa-masa itu.

Bila sore menjelang maka kami bersiap-siap menutup berbagai kegiatan dan aktifitas masing-masing yang sudah ada tanggung jawabnya, seperti memasak, membawa ternak kekandang, mencuci berbagai peralatan kerja dan kami siap mandi untuk bersih-bersi di air pencuran samping pondok yang sangat jernih dan sejuk, magrib datang kami Shalat berjamaah yang dipimpin ayah kami, Ayah yang kami Panggil Abak adalah seorang Qari dengan suara yang sangat merdu, diwaktu muda beliau juga guru mengaji dikampung asalnya (Jorong Kubu Nan Ampek Batipuh) sehingga menjelang akhir hayatnya beliau tetap aktif sebagai muballigh kemana saja beliau pergi dan karena jiwa itu pulalah yang menurun kepada kami semua.

Setelah selesai Shalat magrib kami selalu makan bersama dibawah cahaya lampu teplok penuh tawa dan senda gurau karean ayah kami termasuk orang yang sangat humoris, kadang-kadang sambil makan beliau menasehati kami dalam berbagai hal. selasai makan kegiatan dilanjutkan dengan belajar mengaji yang ayah kami jadi gurunya, sedangkan kalau ayah kami tidak ada maka ibu kami yang mengajarkami mengaji kerena kedua orang tua kami adalah orang yang fashih mengaji, saya tidak pernah belajar mengaji kepada orang lain selainkepada kedua orang tua kami.

Setelah selesai mengaji ayah kami mengajarkan kami bacaan dan cara shalat, mulai dari bersuci, berudhuk, kaifiat dan bacaan shalat yang kemudian ditupup dengan shalat ‘Isya berjamaah, sebelum tidur biasanya ayah kami meminta kami untuk memijit kaki dan tangannya dulu, pada saat itu ayah kami selalu bercerita berbagai hikayat baik itu cerita Nabi-nabi, maupun cerita-cerita rakyat yang sampai saat ini masih banyak melekat di kepala saya dan kadang kadang beliau bercerita lucu-lucu dan tak jarang pula memberi nasehat kepada kami dari berbagai hal, mulau adat minang, agama, akhlak pergaulan, usaha dll.
__________________________________________________________________________________________________________________

MASA SEKOLAH

1. Masa Sekolah Dasar

Pada zaman saya kecil Sekolah TK sangat langka dikampung kami Padang Lawas Malalo tidak ada sekolah TK pada waktu itu, jadi kami lansung masuk sekolah SD, jarak daari pondok tempat tinggal kami ke SD yang ada di Padang Lawas Malalo lebih kurang 3,5 km, jadi kami harus berjalan setiap harinya pulang pergi sekitar 7 km, SD kami adalah SD No.04 Malalo di SD ini saya mulai belajar menulis dan membaca dan disini pula saya mulai mendapatkan teman-teman baru sebaya, sejak itu pulalah saya baru mengenal bermain sesama besar dengan berbagai permainan, dari hari kehari teman saya mulai bertambah dan semakin akrap, selesai sekolah saya harus segera pulang karena harus membantu orang tua kami bekerja di sawah maupun di ladang serta pada sore harinya mengurus ternak-ternak kami, pada malam hari dilanjutkan dengan mengaji yang diajar orang tua kami.

Kesempatan bermain bagi saya hanyalah ketika waktu istirahat sekolah selain itu untuk belajar dan bekerja membantu orang tua, semakin hari dan semakin tahun kami semakin mahir bertani seperti mencangkul, membajak sawah dengan sapi atau kerbau, menanam padi dan palawija, merawat tanaman, dan sampai memanennya.

Disela kegiatan bertani dan berkebun pada hari minggu dan hari libur lainya saya diajak oleh ayah kami pergi kehutan untuk mencari berbagai hasil hutan seperti damar (kemir), kopi hutan, rotan, sampai kepada kayu untuk kkebutuhan rumah sesuai pesanan orang kampung sehingga say juga mahir dalam mengolah kayu secara manual sebelum ada gergaji mesin, tidak jarang juga kami bermalam dihutan untuk mengefektifkan kegiatan kerena untuk sampai dihutan yang dituju kadang-kadang kami harus berjalan kaki selama 2-3 jam baru sampai ditempat tujuan.

Kegiatan kehutan ini bagi saya adalah rekreasi yang sangat menyenangkan, dengan berjalan kaki membawa perbekalan yang disiapkan ibu, kami berjalan melalui lereng-lereng bukit yang berhutan kadang kadang belukar lalang yang lebat, menyeberangi sungai yang airnya mengalir jernih, meniti pohon untuk melewati jurang-jurang kecil,kadang kadang berpegang pada akar-akar kayu yang besar, sering pula kami bertemu kambing hutan, rusa, babi hutan dll.

Saya diajarkan berbagai jenis dan nama kayu oleh ayah kami, diajarkan juga bagaimana memilih kayu yang baik untuk dipakai membuat bangunan rumah, disamping itu didalam perjalanan ayah kami selalu memberitahukan kepada saya berbagai jenis tanaman obat-obatan tradisional karena ayah kami memang juga ahli pengobatan trddisional makanya kami waktu kecil tak pernah kenal dengan dokter dan rumah sakit, sakit apa saja ayah kamilah yang mengobati bahkan tidak sedikit pula orang lain yang berobat kepada ayah kami.

Ayah kami termasuk orang yang sangat disiplin terhadap pendidikan kami beliau selallu mengontrol kamai setiap saat, apabila suatu ketika saya mendapat nilai yang tidak bagus maka belaiu akan marah besar, namun ayah kami juag orang yang sangat keras dalam mendidk kami terlambat sedikit saja pulang sekolah maka kami akan mendapatkan hukuman dengan dicambuk pakai lidi atau rotan yang memang sudah disiapkannya apalagi kalau tidak menjalankan tugas dan tanggung jawab yang telah disepakati.

Waktu masuk SD saya masih belajar pakai batu tulis sampai kelas 2 SD, kelas 3 sampai 6 sudah pakai buku tulis namun sangat minim dengan buku bacaan pada waktu itu namun karena rajin dan giat belajar kelas 2 SD saya sudaah mahir dan lancar membaca, dan sejak pandai membaca saya selalu mengumpulkan potongan-potongan koran dan buku-buku bbekas yang bisa dibaca.

Karena setiap hari dilatih bertani oleh orang tua kami maka setelah kelas 4 SD saya tidak lagi sekedar mengarap atau mengerjakan sawah sendiri akan tetapi sudah mulai diajak orang tua kami pergi mengerjakan atau menggarap sawah dan ladang orang lain, baik itu menggarap sawah sebelum ditanam maupun memanen setelah sampai waktunya, hasil yang didapat dari mengambil upah disawah atau kebun orang lain ini dipergunakan untuk keperluan kami bersama dan sebahagian untuk keperluan sekolah dan pakaian saya, sedangkan untuk jajan kami masih dibatasi dan dijatah hanya sekali seminggu yaitu pada hari pasar dikampung kami Malalo yaitu pada hari selasa selain itu kami tidak pernah jajan disekolah kecuali dikasih teman-teman sebaya.

Disekolah SD saya tak pernah dapat juara 1 namun selalu berada pada 5 besar, ini disebabkan bukan sya tak pintar atau malas belajar namun dikarenakan fulnya aktifitas dari pagi sampai malam, bayangkan saja pagi-pagi stelah shalat subuh saya harus mengeluarkan ternak sapi dulu ke padang rumput, setelah itu mandi dan sarapan pagi baru berangkat sekolah dengan berjalan kaki yang lumayan jauh, pulang sekolah makan siang dan sahalat zohor dilanjutkan bekerja disawah atau di ladang, setelah shalt ashar pergi mencari makanan ternak yang dilanjutkan membawa ternak pulang kekandangnya, menjelang magrib kadang-kadang memasak nasi dan mandi, habis makan malam belajar mengaji dan dan membuat PR kalau ada menjelang tidur memijit orang tua sambil mendengarkan cerita dan nasehat-nasehatnya, subuh bangun lagi dan seterusnya begitu.

KKelas 5 SD saya sudah mulai membeli pakaian dan keperluan say lainnya dari hasil keringat sendiri ini adalah berkat bimbingan dan latihan yang diberikan oleh orang tua kami kalau sebelumnya saya beli banju hanya sekali setahun maka pada kelas 5 saya sudah bisa beli baju sekolah 2 kali dan baju lebaran sekali, dan sudah tetap pakai sepatu kesekolah, sebelumnya sering tak pakai sepatu dari pakai sepatu walaupun guru-guru saya sangat memakluminya, sejak saat itu pula saya lebih disiplin dengan waktu tanpa dimarah oleh orang tua walaupun waktu untuk bermain tetap tidak ada karena pekerjaan dan kegiatan rutin yang diberikan oleh orang tua kami namu kami sangat senang dan enjoi melaluinya.

PPada waktu kelas 6 SD menjelang ujian akhir Abang saya (kakak kami yang tertua) meninggal dunia yang kebetulan kami sama-sama sekelas sejak kelas 4 SD karena Aalmarhum pernah tinggal 1 tahun, peristiwa ini membuat keluarga kami sangat terpukul terutama ayah dan ibu saya karean almarhum juga meruapkan tulang pungguk keluarga dalam bekerja, kami mempunyai tugas yang berbeda denga almarhum tetapi beliau lebih duluan mandiri dari pada saya wlaupun kami masih SD, almarhum adalah anak yang sangat berbakti kepada orang tua kami dan sangat menyayangi dan mengayomi kami adik-adiknya almarhum mau mengalah demi kami adik-adiknya.

Saya merasa sangat kehilangan alamarhum abang saya karena beliau adalah kakak saya satu-satunya dan sekaligus teman bermain saya dalam berbagai suka dan duka walaupun kadang-kadang kami sering juga berkelahi dan bertengkar keci-kecilan, karena kami sekelas maka kami selalu kompak dalam berbagai hal termasuk mencuri-curi waktu untuk bermain, salah satu maka kami salah berdua, diamarah satu maka kami tanggung jawab berdua, dia anak yang kuat sedangkan saya anak yang lemah dan dialah yang selalu melindungi saya dari berbagai gangguan termasuk dari gangguan anak-anak yang jahat dan nakal, dia adalah anak yang sangat penyabar diahdapan orang tua kami namun pemberani kalau diluar sehingga dia disegani teman-teman sebaya kami, sering kami pergi berdua pada malam hari untuk menyaksikan pertunjukan kesenian tradisional yang diselenggrakan oleh desa tetangga seperti acara Randai di Dua Koto Malalo, acara rabab pesisir selawat dulang dll, sedangkan sebelum pagi kami sudah harus sampai lagi di rumah.

Pernah suatu ketika pada waktu kelas 4 SD kami ingin sekali pergi melihat acara pacu kuda di kota Padang Panjang tapi tidak mendapat izin dari orang tua namun kami sepakat nekat kabur dari rumah dan kami pergi dengan berjalan kaki tanpa uang sepeserpun ditangan melakukan perjlanan yang sangat jauh dari Malalo ke Padang panjang dengan maksut akami akan mampir dulu di Batipuh ditempat nenek dan bibik kami, namun baru saja sampai di kenagarian Sumpur (setengah perjalanan) ayah kami datang mengejar kami dan mendapatkan kami, kami dimarahi sejadi-jadinya kaeran tidak mengindahkan larangannya dan kami dibawa lagi pualng dengan berjalan kakki karena pada waktu itu kendaraan umum memang sangat jarang sekali, akhirnya kami pulang kembali dengan penuh kekecewaan dibawak kemarahan orang tua kami, sambil berjalan abag saya mengatakan kepada saya kita sabar saja ya suatu saat kita pasti bisa melihat pacu kuda katanya menyabarkan saya.

Abang saya tak pernah menangis ketika dimarahi ayah saya walaupun badannya sudah babak belur kena cambuk sedangkan saya selalu menangis ketika dihukum oleh orang tua kami, namun sangat disayangkan umurnya terlalu pendek dan terlalu cepat dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.

__________________________________________________________________________________________________________________

2. Masa SLTP

Setelah tamat SD saya melanjutkan pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Padang lawas Malalo masih dikampung tempat kami tinggal walaupun kami masih tetap tinggal disawah, akatifitas pekerjaan saya semakin banyak apalagi abang saya yang dulunya kami bisa berbagi sudah tiada, selain mengerjakan sawah dan ladang sendiri saya sudah mulai mendapatkan orderan pekerjaan sendiri untuk menggarap sawah orang lain sepulang sekola, kadang kadang saya bekerja sama dengan teman sekolah yang nasipnya sama untuk bergantian mengerjakan sawah-sawah kami.

Di Madrasah ini saya lebih fokus belajar agama dan saya paling hobi kalau ada kegiatan Muhadharah (latihan berpidato / ceramah) sehingga pada waktu kelas 2 Tsanawiyah saya sudah bisa menjadi Khatib pada shalat jumat, dan pada waktu sudah di Tsanawiayah ini ayak kami semakin sering membawa saya untuk mengerjakan pekerjaan mengambil upah di sawah atau ladang orang, dan semenjak abang saya meninggal pemerah ayah kami sidah banyak menurun, malah beliau lebih banyak memperlakukan saya sebagai mitra kerja, bayangkan saja beliau pada waktu itu hanya merokok merek KANSAS sedangkan saya dibelikan rokok merek GUDANG GARAM, ini dimaksutkan beliau supaya saya lebih rajin sekolah dan bekerja.

Dalam waktu-waktu tertentu kami tetap juga pergi kehutan untuk mencari berbagai hasil hutan yang dapat dijadikan duit yang penting hidup bisa berubah, ayah kami adalah orang yang paling bersemangat untuk maju dan membuat perubahan makanya beliau selalu mengajarkan kepada kami anak-anaknya untuk bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas.

Pada saat kelas 2 Mts sbenarnya saya sudah mulai tertarik kpeda wanita, ingin pula rasanya membangun cinta seperti teman-teman sebaya namun karena pekerjaan saya bertani sambil sekolah rasa minder saya lebih tinggi dari keinginan menyampaikan rasa suka kepada seseorang, bayak wanita yang saya sukai ada teman sekelas, adik kelas kakak kelas maupun anak-anak yang sekolah ditempat lain, namun keinginan itu pupus setelah mengukur diri kembali. Pernah bebrepa kali saya telah coba menulis surat untuk menyampaikan rasa cinta itu seperti yang dilakukan oleh teman-teman saya namun surat itu lusuh dan hancur dikantong karean tak pernah kesampaian, berbagai uantaian kata-kata mutiara dan pantun sudah saya susun namun semua itu kandas diatas kertas yang tak pernah berani saya kasihkan, maka jadilah di CINTA TERPENDAM, rasa cinta yang hanya saya rasakan sendiri namun tidak berani untuk mengungkapkannya dan mereka itu juga tidak pernah tau kalau saya mencintainya.

Selama di Mts hari-hari saya habiskan untuk sekolah dan bekerja mancari uang untuk keperluan kami sekeluarga dan untuk keperluan sekolah saya sendiri, sedangkan untuk bermain dan dan dekat dengan teman perempuan seperti anak-anak lainnya sudah tidak terpikirkan lagi karena semakin besar sibuk dan rasa minder saya semakin besar, dalam hati saya saya ini hanyalah akan taeatap jadi petanimaka untuk itu saya lebih fokus untuk meningkatkan kemampuan bertani saya dari pada yang lain-lainnya apa alagi saat ini saya adalah anak yang tertua dalam keluarga kami.

____________________________________________________________________________________________________________________

3. Masa SLTA

Setelah tamat MTs rencana saya tidak akan melanjutkan sekolah lagi ketingkat SLTA karena saya akan lebih menekuni pertanian apa lagi melihat kondisi keluarga kami yang masih paspasan dan adik-adik saya masih banyak yang membutuhkan biaya, saya berniat akan fokus untuk mencari uang untuk memenuhi berbagai kebutuhan kami dan persiapan masa depan yang lebih baik malalui pertanian dikampung karean menurut hemat saya sangat bannyak potensi alam yang belum tergarap dengan baik di Padang lawas malalo ini ini ditunjukkan dengan banyaknya lahan terlantar dan banyak potensi hutan yang tidak tergarap dengan baik, namun untuk mengambil keputusan itu saya harus berdiskusu dulu dengan ayah kami.

Dari diskusi saya dengan ayah kami dibawah sebuah pohon Jambu Keling (Batang jambu yang buahnya kalau masak hitam dan sangat manis, buah kesukaan orang kampung kami) yang terletak di Sawah Lurah Padang Lawas Malalo ayah kami menyarankan agar saya tetap melanjutkan sekolah ketingkat SLTA, ayah saya menasehati saya “yang penting kamu berniat tulus dan ikhlas untuk sekolah Insya Allah – Allah akan membukakan jalan untukmu” namun karena memikirkan keluarga dan kasihan dengan orang tua sementara adik-adik saya cukup banyak maka saya tetap berkeras untuk tidak lanjut sekolah, tapi ayah saya menangis meminta agar saya tatap mau melanjutkan sekola, “mau jadi siapakah kamu kalau besar kata ayah saya, apakah kamu tidak akan menyesal dan iri melihat teman-teman kamu melanjutkan pendidikan katanya, saya mengajar kalian bertani bukan untuk jadi petani melainkan agar kalaian tau bagaimana susahnya jadi petani dan agar kalian siap dalan kondisi terpahit sekalipun kata ayah saya sambil menangis” melihat ayah saya menangis menyuruh sekolah maka hati sayapun terbuka untuk sekolah, walaupun sebenarnya jauh sebelumnya saya sudah membangun impian untukmbersekolah lebih lanjut namun karena saya anak yang tertua saat ini maka saya harus mengalah, namun ayah saya tetap mengingikan saya melanjutkan sekolah.

Pada saat makan malam kami diskusikan lagi dengan Ibu dan adik-adik saya dirumah dan semuanya sepakat saya akan melanjutkan sekolah ketingkat SLTA, dan yang menjadi pilihan adalah Perguruan Thawalib Padang Panjang, sebuah pesantren yang sangat terkenal tidak hanya di Sumatera malah sampai ke Manca Negara.

Untuk masuk ke Pondok Pesantren ini saya melalui adik Ipar ayah saya yang memang tinggal di Padang panjang dan punya hubungan yang baik dengan guru-guru dan pengelola pondok, setelah segala persyaratan dilengkapi dan diserahkan ke pondok Perguruan Thawalib alhamdulillah saya diterima sekolah disini, dan betul saja kata ayah saya diawal masuk saja sudah datang pertolongan Allah karean saya tergolong putra daerahh maka Perguruan Thawalib memberikan garatis kepada putra daerah yang mendaftar dan mau bersekolah disitu, maka jadilah saya bebas dari biaya sama sekali baik uang pendaftaran maupun uang sekolah.

TINGGAL DI RUMAH FAMILI

Pada awal sekolah di Kota Serambi Mekkah ini saya memilih tinggal dirumah saudara sepupu ayah saya, tidak tinggal di asrama perguruan, ini dikareanakan untuk hemat-hemat biaya, kalau tinggah di rumah famili kurang-kurang sedikit biaya kan bisa nebeng apa lagi pada waktu itu anak-anaknya masih kecil-kecil.

Sealama tinggal dirumah famili setiap hari Kamis sore saya kembali ke tempat orang tua ke Padang Lawas malalo dan pada sabtu pagi baru kembali lagi Padang Panjang (di Perguruan Thawalib Padang Panjang libur sekolahnya hari Jumat) dengan membawa bekal secukupnya, dan pada hari jumat itu dapat saya pergunakan memnatu orang tua bekerja di sawah.

CINTA MONYET

Setelah tig bulan menjalani rutinitas pagi belajar di pondok, siang pulang kerumah famili tanpa ada kegiatan seperti sebelumnya membuat saya tidak nyaman karena biasa bekerja sepulang sekolah sekarang tinggal santai-santai saja, walaupun juga sudah saya coba untuk bermain dengan teman-teman sekolah dan dilingkungan tempat tinggal namun tetap saja membuat saya tidak nyaman karena sudah terbiasa bekerja sepulang sekolah, boleh dikatakan membuat saya seperti orang yang kebingunan disaat pulang sekolahh hanya bermain-main saja, walaupun sebenarnya pada saat ini saya juga sudah mulai tertarik dan dekat dengan seorang gadis sebaya anak tetangga sebelah rumah yang bersekolah di sebuah SMA dikota ini, namun itu tak cukup untuk perintang hati melalui hari-hari yang cukup panjang saya rasakan, pada hal sepulang sekolah menjelang shalat ashar kami selalu berdiskusi tentang pelajaran umum disekolah masing masing, setelah ashar dia pergi membantu ibunya memasak dan saya kembali kdunia kebingungan, menjelang shalat magrib kami selalu bersama-sama pergi ke masjid untuk shalat magrib berjamaah,mendengarkan pengajian dan setelah selesai shalat isya kami pulang dan belajar lagi dirumah masing masing.

Dengan Dara manis SMA anak tetangga ini kalau dibilang pacaran kami bukan pacaran, tapi kalau dibilang hanya berteman agak lebih dari itu, ya teman-teman tapi mesralah kata anak-anak muda zaman sekarang, apa lagi kami adalah tetangga bersebelahan rumah, dia anak yang baik, cantik, rajin, sederhana, rapi, sopan, patuh kepada orang tua dan yang paling penting taat beribadah, selalu shalat diawal waktu, kalau bagi saya boleh dikatakan inilah cinta monyet saya, dialah teman dekat wanita saya yang pertama, dan kepada dialah isyarat cinta pertama saya sampaikan walaupu dalam ketidak percayaan diri yang tinggi, namun menurut perasaan saya gayung bersambut dan itupun dia yang lebih dulu berani memulainya, walaupun hubungan dekat kami tidak berjalan terlalu lama karena dia pindah sekolah ke kota Padang.

TINGGAL DI MASJID

Yang membuat say lebih tidak nyaman pada masa-masa itu adalah setiap pulang ke Padang Lawas Malalo ketika akan kembali berangkat sekolah pada hari sabtu pagi orang tua saya harus berusaha menyiapkan bekal dan uang saku seperlunya untuk saya, padahal sbelumnya saya sudah terbiasa tidak minta dan terima uang dari ayah dan ibu saya, oleh sebab itu pada bulan ke empat besekolah di Kota Padang Panjang saya mulai berusaha mencari pekerjaan dan kegiatan sampingan, langkah pertama saya harus keluar dulu dari rumah famili supaya agak bebas sedikit dan tidak memganggu kenyamanan famili tempat saya menumpang, tempat yang saya pilih adalah tinggal di rumah penjaga masjit yang tidak jauh dari tempat tinggal saya sebelumnya yaitu di Masjit Syatariah Balai-balai Padang Panjang yang kebetulan dikomplek masjid ini juga ada madrasahnya, saya cukup dekat dengan guru-guru, pengurus dan murit-murit madrasah ini.

Saya tinggal di komplek masjid itu namun kadang kadang makan tetap saja kerumah famili tempat tinggal sebelumnya, kadang-kadang kami memasak bersama penjaga masjit dan murit-murit madrasah lainnya yang juga tinggal disitu, hari hari kami lewatkan dengan penuh canda dan gurau pagi bersekolah, siang bermain dan belajar dan yang paling indah kami selalu shalat berjamaah.

SAMBIL SEKOLAH BEKERJA SEBAGAI TUKANG SAPU PASAR

Karena dasar saya yang ingin berpenghasilan sendiri akhirnya saya berkenalan dengan seorang teman yang sekola di SMA sore Padang Panjang, sekolah ini tidak jauh dari tempat tinggal saya yaitu di kawasan Bancah Laweh tempat gelanggang pacuan kuda, dia ini ternyata masih saudara dari suami salah satu bibi saya asal Batu Sangkar, teman baru saya ini disamping sekolah dia bekerja pada malam hari sebagai petugas kebersihan pasar di Dinas Pasar Padang Panjang, cerita punya cerita dengan penghasilan yang lumayan untuk ukuran anak sekolahan seperti saya akhirnya saya ikut bersama sahabat saya ini bekerja sebagai petugas kebersihan pasar alaias tukang sapu pasar pada malam hari.

Pekerjaan menyapu dilakukan mulai pukul 21.00 setelah semua pedagang pulang, hitungan yang dikerjakan adalah per blok, untuk satu blok kita akan dapan penghasilan Rp.30.000,- per bulannya, saya mendapatkan bagian 2 blok maka penghasilan saya sebulannya Rp.60.000,- penghasilan yang lumayan besar pada waktu itu untuk anak sekolah apa lagi hanya paroh waktu, untuk menyelesaikan pekerjaan 1 blok itu dengan teknik yang bagus akan memakan waktu 1,5 jam jadi saya hanya bekerja 3 jam saja sehari, jam 00.00 Wib kami sudah pulang untuk istirahat karena besok pagi harus sekolah.

Dalam menjalani profesi sebagai petugas kebersihan (tukang sapu) di pasar ada juga rasa malu dan minder saya takut dilihat orang kampung, famili atau kepergok teman-teman sama sekolah, hal ini kami atasi dengan menutup muka dan kepa pada waktu nyapu, dan ternyata memang sangat banayk orang kampung saya, teman-teman sekolah dan sepermainan maupunorang-orang yang saya kenal lalulalang didepan saya sewaktu menyapu pasar itu, tetapi untung muka saya tertutup kain dan mereka tidak pedului dengan situkang sapu seperti saya.

Pekerjaan menyapu saya lakoni selam 3 bulan kemudian saya berhenti karean saya pindah tinggal ke kampung saya di Ponggok Batipuh baruh diminta oleh orang kampung untuk mengajar anak-anak mengaji disana, sedangkan teman saya yang satu lagi masih tetap melanjutkan pekerjaannya sambil sekolah entah sampai kapan dia berhenti yang saya tau begitu tamat SMA dia dapat jadi pegawai honorer di BRI yang kemudian menjadi karyawan BRI, sukses buat sahabat saya sependeritaan jadi tukang sapu.

Selama tiga bulan jadi tukan sapu soar asmara sudah tidak terpikirkan lagi karena waktu sudah habis, pagi samapi siang sekolah, sore belajar, dan malam bekerja, ditambah lagi teman dekat saya sudah pindah sekolah ke kota Padang mungkin dia sudah mendapatkan pula laki-laki yang pantas dan lebih baik dari si tukang sapu seperti saya, untuk memulai lagi dengan yang lain saya merasa tidak percaya diri.

Satu hal yang sangat saya syukuri adalah sejak mulai terima gaji pertama dari pekerjaan menyapu saya tidak lagi memberatkan orang tua saya, segala keperlua saya sudah bisa beli sendiri kembali, setiap pualang ke Malalo ketempat orang tua saya saya sdah bisa beri adik-adik saya uang jajan, walaupun sebenarnya Bapak saya agak marah dengan tindakan yan saya lakukan untuk menjadi tukang sapu ” abak akan malu dengan orang katanya kalau sampai ketahuan kamu menjadi tukang sapu padahal saya masih sanggup untuk membiayai sekolahmu katanya” Saya katakan kepada orang tau saya saya bekerja sambil sekolah bukan lantaran orang tua tidak mampu atau tidak mau membiayai sekolah saya namun adalah karean saya ingin mandiri seabgai mana saya tealah didik dari kecil untuk bekerja keras.

SAMBIL SEKOLAH MENJADI GHARIM DAN MENGAJAR MENGAJI

Semenjak saya tinggal di Ponggok yang merupakan kampung asal ibuk saya disini saya dipercaya untuk mengajar anak-anak mengaji serta menjadi imam di Mushalla kampung kami ini, sebagai imbalan saya diberi honor yang cukup oleh pengurus musahlla apa lagi masyarakat disini semuanya adalah famili dekat saya mereka semua sayang pada saya dan saya tinggal dirumah Bibi saya yang saya panggil Etek karean beliau adalah adik kandung Ibu saya yang dari saya kecil beliau sudah sangat sayang sama saya, Etek selalu menangis kalau kami kena marah oleh Bapak atau Ibuk.

Tugas rutin saya dikampung adalah menghidupkan lampu petromak, azan subuh dilanjutkan shalat subuh, berangkatt sekolah, sore menghidupkan lampu petromak lagi dilanjutkan azan dan shalat magrib, habis magrib mengajar anak-anak mengaji, azan dilanjutkan shalat isya, kemudian saya menambah belajar adat dengan yang tua-tua dikampung, begitulah setiap hari pekerjaan rutin sya lakukan.

 
Komentar Dimatikan

Ditulis oleh pada Juni 7, 2011 in Uncategorized

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 466 pengikut lainnya.